Menko Airlangga: Larangan Ekspor Diberlakukan Sampai Tercapai Harga Minyak Goreng Curah Rp14 Ribu per Liter

- Rabu, 27 April 2022 | 20:13 WIB
Menko Ekon Airlangga Hartanto
Menko Ekon Airlangga Hartanto

HARIAN HALUAN- Pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelarangan ekspor bahan baku minyak minyak goreng (CPO) dan minyak goreng.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan larangan ekspor minyak atau Refined, Bleached, Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein) itu dilakukan sampai dengan tersedianya minyak goreng curah di masyarakat dengan harga Rp14.000 per liter yang merata seluruh daerah.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, maka sementara ini diberlakukan pelarangan ekspor sampai tercapainya harga minyak goreng curah sebesar Rp14.000 per liter di pasar tradisional dan mekanisme pelarangannya disusun secara sederhana,” kata Airlangga Hartarto, dikutip PMJ, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Syarat Mudik Lebaran Naik Pesawat, Berlaku Mulai 19 April 2022

Pelarangan ekspor tersebut hanya berlaku untuk produk RBD Palm Olein dengan tiga kode Harmonized System (HS) yaitu: 1511.90.36; 1511.90.37 dan 1511.90.39.

Untuk diketahui, Refined, Bleached, Deodorized (RBD) Olein merupakan produk hasil rafinasi dan fraksinasi CPO yang digunakan sebagai minyak goreng.

Kebijakan larangan ekspor tersebut diatur dengan Peraturan Menteri Perdagangan.

Hal itu sesuai dengan ketentuan Article XI GATT yang mengatur bahwa negara anggota WTO dapat menerapkan larangan atau pembatasan ekspor sementara untuk mencegah atau mengurangi kekurangan bahan makanan atau produk penting lainnya. Larangan ekpsor RBD Palm Olein berlaku untuk seluruh produsen yang menghasilkan produk RBD Palm Olein.

 

Halaman:

Editor: Juni Fitra Yenti

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

X