Tajir Melintir! Polisi di Kaltara Ini Transfer Duit Hingga Berikan Rumah ke Pejabat

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 10:40 WIB
Briptu Hasbudi ditangkap di Bandara Juwata Kaltara
Briptu Hasbudi ditangkap di Bandara Juwata Kaltara

 

HARIANHALUAN.COM - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Utara, AKBP Hendy F Kurniawan menduga Briptu Hasbudi, oknum polisi dari Satuan Polairud Polres, mentransfer sejumlah dana dan memberikan rumah ke pejabat tertentu untuk memuluskan praktik ilegalnya di Kaltara.

Diketahui, Briptu Hasbudi ditangkap Reskrimsus Polda Kaltara terkait kepemilikan tambang emas ilegal di Kaltara, sejumlah alat berat, speedboat hingga dugaan penyelundupan dan pamalsuan ekspor barang dari dan ke luar negeri. Menurut AKBP Hendy, dugaan tersebut berdasarkan hasil temuan barang bukti traksaksi keuangan berupa pengiriman dana dari Briptu Hasbudi ke sejumlah pihak, termasuk diantaranya ke oknum pejabat.

"Ada data rekening transfer dana ke pejabat tertentu, juga kita sita satu rumah yang dibangun oleh HSB untuk pejabat tertentu," kata Direktur Reskrimsus Polda Kaltara AKBP Hendy F Kurniawan di Tarakan, Jumat, 6 Mei 2022.

Baca Juga: Cara Bijak Manfaatkan THR Agar Tidak Boncos Setelah Lebaran

Atas temuan itu, Polda Kaltara berkoordinasi dengan penyidik jasa keuangan dari Deputi Pemberantasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membantu mengusut dugaan adanya aliran dana ke beberapa pihak dari oknum anggota Polda Kaltara Briptu Hasbudi. "Kami sudah mempelajari dan menegaskan adanya peran beberapa pihak ada juga buku - buku catatan aliran dana ke beberapa pihak," ujar mantan penyidik KPK ini.

Pada Rabu lalu, Ditreskrimsus Polda Kaltara menangkap Briptu Hasbudi terkait kepemilikan tambang emas ilegal. Briptu Hasbudi merupakan anggota Polairud Polres Tarakan. Dari foto dan video yang beredar, terlihat Hasbudi ditangkap di Bandara Juwata, Tarakan, Kaltara.

"Kita amankan 5 orang, tiga telah ditetapkan sebagai tersangka. Pemilik tambang ilegal adalah HSB, dan rekannya MA," kata AKBP Hendy Terkait kasus tambang emas ilegal, Briptu Hasbudi dikenakan pasal 158 Juncto 161 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara. Selain pasal diatas, Briptu Hasbudi dkk juga disangkakan pemalsuan dokumen 17 kontainer berisi pakaian bekas.

Dimana satu kontainer berisi 107 sampai 110 balpres pakaian bekas. Namun, tersangka memalsukan isi manifest kontainer.

"Semua kontainer diperiksa, 17 kontainer yang diduga tidak sesuai dengan manifes. Pelanggaran manifes tertulis rumput laut tapi isinya pakaian bekas," kata Hendy.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: vivanews.com

Tags

Terkini

Dari Ukraina, Jokowi Kembali ke Polandia

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:18 WIB
X