Tak Kooperatif, KPK Jemput Paksa Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Terkait Kasus Suap

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:49 WIB
Richard mengaku menjalani perawatan medis dan dalam pengawasan yang dilakukan, Richard hanya mencabut jahitan dan suntik anti biotik. /ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Richard mengaku menjalani perawatan medis dan dalam pengawasan yang dilakukan, Richard hanya mencabut jahitan dan suntik anti biotik. /ANTARA/Benardy Ferdiansyah

HARIAN HALUAN- Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy yang kini tengah jadi tersangka kasus dugaan suap, dinilai tidak kooperatif saat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK pun harus menjemput paksa Richard Louhenapessy untuk hadir memenuhi panggilan tim penyidik KPK, sebab yang bersangkutan tak kooperatif.

"Hari ini, tim penyidik KPK menjemput paksa salah satu pihak yang menjadi tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel tahun 2020 di Kota Ambon," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat 14 Mei 2022.

Baca Juga: Suhu Panas di Makkah Bisa 49 Derajat Celsius, Jamaah Umrah Harus Siapkan Ini!

Menurut Ali, pemanggilan terhadap yang Richard Louhenapessy sebelumnya telah dilakukan secara patut dan sah.

Saat ini, kata Ali, Richard sedang dibawa menuju Gedung KPK, Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik.

"Mudah-mudahan nanti sekiranya segera setelah tiba, kami periksa dan nanti perkembangannya kami sampaikan secara utuh konstruksi perkaranya dan pasal-pasalnya," ujar Ali.

Editor: Juni Fitra Yenti

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X