Penjelasan BMKG Soal Cuaca Panas yang Melanda Indonesia

- Senin, 23 Mei 2022 | 12:51 WIB
5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas (Canva)
5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas (Canva)

HARIANHALUAN - Jika Anda merasa kepanasan di selama seminggu lebih ini, ternyata itu disebabkan adanya cuaca panas yang melanda Indonesia. Sejak awal bulan Mei, cuaca beberapa daerah di Indonesia memang terasa sangat panas.

Dilansir dari berita di tvOne melalui Femina, Senin, 23 Mei 2022, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperlihatkan kalau selama minggu awal bulan Mei 2022, suhu maksimum di Indonesia berkisar antara 33 – 36,1°C.

Baca Juga: Stop! Jangan Konsumsi 6 Minuman Ini Saat Cuaca Panas

Dalam akun Instagram-nya BMKG melaporkan, selama periode 1-7 Mei 2022, wilayah Banten, Tangerang, dan Kalimarau-Kalimantan Utara mengalami suhu maksimum hingga mencapai 36,1 °C.

Lalu, pada 12-13 Mei 2022, suhu terpanas di wilayah Indonesia terpantau di Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya mencapai 36,4°C. Pada 13-14 Mei 2022, giliran Stasiun Meterologi Tanah Merah, Jayapura yang terpanas hingga 35,3 °C.

Baca Juga: 5 Tanaman Hias yang Tahan Cuaca Panas

Sedangkan pada 14-15 Mei suhu terpanas terpantau di Stasiun Klimatologi Palembang dengan suhu 36,2°C.

Namun, BMKG juga memastikan kalau ini bukanlah fenomena Heatwave atau gelombang panas. Karena menurut WMO (World Meteorological Organization), Gelombang Panas merupakan fenomena kondisi udara panas berkepanjangan selama 5 hari atau lebih dengan suhu maksimum harian lebih tinggi sekitar 5°C dari suhu rata-rata.

Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah Eropa dan Amerika. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas dalam skala variabilitas harian.

Penyebab Cuaca Panas

Terjadinya cuaca panas yang melanda Indonesia dijelaskan pihak BMKG disebabkan karena sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

Dalam berita di tvOne, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Dr. A. Fachri Radjab menjelaskan bahwa kondisi ini lazim terjadi di wilayah tropis dan kepulauan seperti Indonesia pada periode peralihan ke musim kemarau.

Ada tiga hal yang dijelaskan pihak BMKG seputar cuaca panas di Indonesia:
Saat ini posisi semu matahari sudah berada di wilayah utara ekuator, yang artinya sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau. Jadi, tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang. Sebaliknya, cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan mendominasi.

Dominasi cuaca yang cerah dan pembentukan awan yang rendah ini mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi. Sehingga kondisi suhu jadi cukup terik pada siang hari. Terutama di wilayah-wilayah yang bersinggungan langsung dengan garis ekuator bumi, seperti beberapa daerah di Indonesia.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: femina.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X