Simak Karakteristik Virus Omicron BA.4 dan BA.5, Biang Kerok Kenaikan Covid-19 di RI

- Minggu, 12 Juni 2022 | 14:49 WIB
Ilustrasi foto, virus Covid-19 (pexels)
Ilustrasi foto, virus Covid-19 (pexels)

HARIANHALUAN - Satu bulan pascamudik 2022, Jubir Kemenkes Mohammad Syahril mengkonfirmasi ada kenaikan kasus COVID-19. Salah satu penyebabnya adalah munculnya virus omicron varian BA.4 dan BA.5.

Kasus dalam empat hari terakhir naik ke 500-600an per hari. Sebelumnya paling tinggi hanya 300.

“Hari ini kita mendengar berita ditemukannya subvarian BA.4 dan BA5. Sub Variannya adalah varian baru dari omicron yang di beberapa negara itu. Hampir di sekitar 15 negara sudah ada kasusnya,” terang Syahril dikutip dari Kumparan.com, Minggu, 12 Juni 2022.

Baca Juga: Tiga Subvarian Baru Omicron Terdeteksi di Australia

Syahril juga menjelaskan karakteristik varian BA.4 dan BA.5. Berdasarkan hasil riset Kemenkes, transmisi varian ini menyebar lebih cepat.

“Transmisi BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibanding omicron sebelumnya yaitu BA.1 BA.2,” ujar Syahril.

Mengenai tingkat keparahannya, Syahril menjelaskan tidak ada indikasi yang menyebabkan kesakitan yang lebih parah dibanding varian omicron lainnya. Sehingga meskipun transmisinya lebih cepat tapi keparahannya tidak separah yang omicron sebelumya.

Baca Juga: Agar Covid-19 Varian Omicron Terkendali, Luhut: Akan Ada Vaksinasi Usai Salat Tarawih

Selain memiliki karakteristik penyebarannya cepat tapi tidak berat. Syahril menjelaskan bila dilihat dari kasus yang terjadi, pasien BA.4 BA.5 banyak yang tidak bergejala atau hanya ringan seperti sakit tenggorokan dan badan pegal.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X