Cegah Stunting, Menteri Trenggono Dorong Masyarakat Indonesia Makan Ikan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 09:32 WIB
10 Manfaat yang bisa didapatkan setelah makan ikan segar. (pexels/RODNAE Productions)
10 Manfaat yang bisa didapatkan setelah makan ikan segar. (pexels/RODNAE Productions)

HARIANHALUAN - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono terus mendorong masyarakat Indonesia untuk memilih ikan sebagai sumber protein utama melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).

Dengan strategi menggandeng lintas lembaga, lintas sektoral, lintas profesi serta lintas budaya di berbagai lokasi, Menteri Trenggono berharap agar Angka Konsumsi Ikan (AKI) dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga: 24 Desa di Kepulauan Riau Dapat Bantuan 4,7 Ton Ikan dari KKP

Seperti diketahaui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan 4,7 ton ikan hasil pengawasan ke 24 Desa di Kepulauan Riau untuk mendukung penanggulangan gizi buruk atau stunting pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Penyerahan sebanyak 4,25 ton ikan Makerel asal Tiongkok dan 498 kg ikan Bawal Emas asal Malaysia hasil pengawasan ini dilakukan usai pengungkapan kasus impor ikan ilegal pada Sabtu, 4 Juni 2022.

Baca Juga: KKP: Potensi Penangkapan Ikan Terukur NTT Sumbang Rp85 T

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu fungsi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang bukan hanya sebatas pada sisi penegakan hukum, tapi juga bermanfaat untuk masyarakat.

Adin menambahkan bahwa kedua perusahaan yang melanggar, yakni PT. ATN dan PT. SLA telah dikenai sanksi administrasi berupa teguran tertulis, penyegelan dan pengamanan, serta pembayaran denda administratif. Hal ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada kedua perusahaan tersebut.

“Kedua perusahaan telah menandatangani berita acara penyerahan ikan kepada petugas Pangkalan PSDKP Batam terkait produk importasi komoditas perikanan yang tidak sesuai ketentuan. Ikan tersebut juga bukan merupakan barang bukti tindak pidana perikanan sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial atau masyarakat. Kami juga menggandeng Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) untuk memastikan mutu ikan tersebut bebas dari hama penyakit dan layak konsumsi, juga Direktorat Pemasaran KKP dan Pemda setempat untuk menyalurkan ikan hasil pengawasan tersebut ke masyarakat,” ungkap Adin dikutip dari laman resmi kkp.go.id, Kamis, 23 Juni 2022.

Lebih lanjut, Adin menyampaikan ikan ini dibagi ke masyarakat berisiko stunting di dua Kecamatan kota Batam, yaitu Kecamatan Nongsa dan Kecamatan Batam kota, serta kepada warga Kampung Bahari Nusantara binaan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV, Tanjung Pinang.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: kkp.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X