Hati-hati! Indonesia Belum Sampai Puncak Omicron BA.4 dan BA.5, Satgas IDI Desak Booster

- Kamis, 14 Juli 2022 | 13:24 WIB
Ilustrasi Varian Omicron super Asal India (RAGAM YOGYAKARTA)
Ilustrasi Varian Omicron super Asal India (RAGAM YOGYAKARTA)

HARIANHALUAN - Kasus COVID-19 di Indonesia terus melonjak. Hal ini menyusul dengan merebaknya varian baru Omicron BA.4 dan BA.5.

Meski begitu, lonjakan kasus yang menyentuh angka lebih dari seribu per hari belum mencapai puncaknya. Di mana menurut Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban saat ini tren kenaikan kasus akan terus meningkat.

Baca Juga: Ahli Sebut Gejala Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Bikin Tidur Tak Nyenyak

“Melihat tren, kasus baru masih naik terus. Begitu juga positivity rate, saat ini di atas 18%. Tapi kita masih belum capai puncak gelombang BA.4 dan BA.5—yang saya harap tidak akan besar,” ujarnya melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi, dikutip dari Indozone.id, Kamis, 14 Juli 2022.

Lebih lanjut, Zubairi menjelaskan Indonesia saat ini belum sampai pada puncak gelombang kasus Omicron BA.4 dan BA.5 sebab positivity rate orang mingguan RI baru mencapai 4,82 persen dan positivity rate tes PCR tembus 17,10 persen.

Baca Juga: Virus Omicron BA.4 dan BA.5 Lebih Menular, Dokter Paru: Masa Inkubasi 1-3 Hari

Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan ambang batas positivity rate sebesar 5 persen.

Zubairi juga menyoroti jumlah penambahan kasus virus corona harian di Indonesia yang kembali menunjukkan tren peningkatan dengan 3.822 kasus yang dilaporkan pada Rabu, 13 Juli 2022.

Peningkatan tersebut sangat signifikan sehingga masyarakat perlu kembali waspada.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Indozone.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertamax Cs Turun Tapi Solar Nonsubsidi Naik

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 18:05 WIB
X