Mahfud MD Ragukan Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo: Ini Sudah Direkayasa Sejak Awal

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:47 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat tampil di Podcast Deddy Corbuzier  (YouTube Deddy Corbuzier)
Menko Polhukam Mahfud MD saat tampil di Podcast Deddy Corbuzier (YouTube Deddy Corbuzier)

HARIAN HALUAN - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md disebut meragukan dugaan pelecehan seksual sebagai latar belakang kasus pembunuhan ajudan mantan Kelapa Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mahfud meragukan cerita itu karena menilai adanya skenario merekayasa kasus ini sejak awal.

Menurut Mahfud yang juga merupakan Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), rekayasa awal pembunuhan ini bermula dari adanya cerita pelecehan seksual sebelum kejadian tembak menembak di rumah dinas Sambo. Menurut dia, skenario itu dibangun Sambo untuk mendukung jebakan psikologi kepada orang lain agar mendukung ceritanya.

Baca Juga: Diperiksa Komnas HAM, Ferdy Sambo Mengaku Pernah Ancam Brigadir J

"Soal adanya tembak menembak itu bukan main prakondisinya. Sebelum skenario itu dimunculkan bahwa sudah ada jebakan psikologi kepada orang tertentu untuk mendukung bahwa itu tembak menembak," kata Mahfud dalam salah satu podcast di media sosial YouTubez dikutip dari Tempo.co, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Mahfud Md menceritakan, sebelum polisi mengumumkan cerita tembak menembak dan pelecehan seksual itu, Ferdy memanggil komisioner Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti ke kantornya. Di depan Poengky, Sambo menangis dan bercerita dirinya merasa teraniaya mengetahui istrinya dilecehkan Yosua.

Baca Juga: Wow Fantastis! Segini Rincian Gaji dan Tunjangan Ferdy Sambo

"Kalau saya (Sambo) sendiri di situ saya tembak habisi dia," kata Mahfud menceritakan ulang keterangan Sambo yang disampaikan kepada Poengky.

Setelah mendengar cerita itu, kata dia, Poengky pulang dan tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi. Anggota kompolnas lainnya juga dipanggil Sambo, dan bekas kepala Satuan Tugas Khusus Merah Putih yang telah dibubarkan itu menceritakan hal yang sama.

"Berarti ini ada pengkondisian psikologis agar ada orang yang nanti membela menyatakan bahwa itu terzalimi. Betulkan Kompolnas dan Komnas HAM semula menduga itu (tembak menembak dan terjadi pelecehan seksual)."

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

X