Bharada E Buka Suara, Sebut Brigadir J Sempat Disuruh Jongkok hingga Dijambak Atasan

- Senin, 15 Agustus 2022 | 12:12 WIB
Bharada E mengaku bahwa atasannya mendesaknya untuk segera menembak Brigadir J saat berjongkok.  (/Kolase foto Antara/Wahdi Septiawan dan M Risyal Hidayat)
Bharada E mengaku bahwa atasannya mendesaknya untuk segera menembak Brigadir J saat berjongkok. (/Kolase foto Antara/Wahdi Septiawan dan M Risyal Hidayat)

 

HARIAN HALUAN - Kasus meninggalnya Brigadir J karena ulah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo masih diselidiki hingga sekarang. Sejauh ini empat orang telah berstatus sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J yang terdiri dari Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Brigadir Kepala Ricky Rizal, dan sopir bernama Kuat Maruf.

Bharada E sudah mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam kasus kematian Brigadir J, dan mengakui bahwa dirinya diperintah oleh atasan untuk membunuh rekannya itu.

Tim kuasa hukum Bharada E pun sampai berganti-ganti karena kasus yang dihadapi terlalu pelik.

Namun baru-baru ini Bharada E membuat kesaksian di depan pengacaranya terkait kronologi kematian Brigadir J.

Baca Juga: Pengenalan Budaya Lokal Bagi Praja IPDN, Pengembangan Agama dan Adat Istiadat Suatu Keharusan

Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Bharada E, M. Burhanuddin dalam acara Indonesia Lawyers Club.

"Dari keterangan Bharada E ke kuasa hukum, dia mengaku diperintah menembak. Setelah selesai, pistol dari almarhum diambil dan ditembakkan ke dinding jadi seolah-olah dua arah," ujar Burhanuddin.

Kuasa hukum Bharada E menyebutkan bahwa kliennya tidak tahu menahu permasalahan yang tengah dialami Brigadir J, hingga harus dihabisi nyawanya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Pertamax Cs Turun Tapi Solar Nonsubsidi Naik

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 18:05 WIB
X