PKS Desak Pemerintah Masukkan Vaksin Nusantara dalam Konsorsium Riset Covid-19

- Kamis, 17 Juni 2021 | 09:28 WIB

"Akibatnya terjadi debat publik di medsos dan mobilisasi dukung-mendukung secara politik. Ini tidak sehat dan menghabiskan energi kita," jelas Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan.

Mulyanto menambahkan negara perlu intervensi untuk mendorong riset dan produksi vaksin domestik. Sehingga Indonesia tidak sekedar menjadi Negara pengguna dan pembeli. 

"Indonesia bisa menjadi negara pembuat yang berbasis keunggulan para inovator handal nasional. SDM dan lembaga riset kita mampu melakukan itu. Jangan kalah dengan para mafia impor vaksin," tandas Mulyanto.

Mulyanto melihat peran BRIN sangat penting dalam mengatasi polemik di atas. Mengingat BRIN merupakan lembaga dengan tugas pokok dan fungsi merumuskan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan riset dan inovasi secara nasional.

Untuk itu Mulyanto mendesak pemerintah untuk segera mengkonsolidasikan riset Vaksin Nusantara ini ke dalam Konsorsium Riset Covid-19, agar program riset Vaksin domestik semakin konsolidatif dan segera dapat diproduksi secara massal.  Sayang kalau APBN kita yang ratusan triliun Rupiah dihabiskan untuk impor vaksin asing. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Persiapkan Dirimu! PT KAI Kembali Buka Lowongan Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 07:55 WIB

Muhammad Kece Mengaku Dianiaya di Dalam Penjara

Sabtu, 18 September 2021 | 11:35 WIB

Amandemen UU 1945, Susi: Tidak Urgen, Tidak Perlu!

Sabtu, 18 September 2021 | 01:09 WIB
X