Pakar: Jika RS Rujukan Covid-19 Penuh, Lockdown Harus Dilakukan

- Minggu, 20 Juni 2021 | 13:30 WIB

HARIANHALUAN.COM - Opsi lockdown bisa diambil jika keterisian tempat tidur di rumah sakit di suatu daerah sudah penuh. Hal ini diungkapkan oleh Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani. 

"Kalau mau di-lockdown harus dilihat dari pemetaan daerahnya. Kalau memang sudah merasa sudah menjalar, seperti DKI Jakarta ya memang harus dilakukan. Tapi kan ada indikatornya, yakni terkait dengan BOR (bed occupancy rate) sudah maksimum ya. Artinya sudah ada fasilitas kesehatan yang bisa menampungkan," kata Laura dikutip dari Liputan6.com, Minggu (20/6/2021).

Laura mengatakan jika suatu daerah yang keterisian tempat tidur sudah penuh, namun belum dilakukan opsi lockdown maka tak menutup kemungkinan bakal terjadi ledakan pasien. Kecuali, pemerintah daerah bisa mengusahkan cara lain. Misal mengupayakan untuk memperbanyak ketersediaan tempat tidur bagi pasien.

"Jadi kalau kita memperlebar ya, misal tempat ICU sekarang sudah hampir 100 persen terisi, ketersediaannya misalkan 0. Selama pemerintah bisa menyiapkan itu, memastikan bahwa ketersediaan itu diperbesar dan cukup, ya itu mungkin saja itu (lockdown) tidak dilakukan ya," katanya.

Menurut Laura pemerintah sebenarnya tak perlu melakukan lockdown asalkan mobilisasi masyarakat saja. Kendati begitu, ia meminta pilihan lockdown hanya diterapkan di wilayah tertentu saja. Bahkan bisa saja dilakukan di level kecamatan.

"Kalau mau ya lockdown wilayah, pemerintah daerah concern di daerah yang memang kasusnya itu harus tinggi. Jadi betul-betul makanannya, kebutuhannya itu dipenuhi oleh pemerintah," kata dia.

Laura mengingatkan, jika pilihan lockdown itu dilakukan, maka kebutuhan seluruh masyarakat harus dipenuhi oleh pemerintah. Utamanya kebutuhan yang bersifat pokok.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 12.990 dari data Kamis (17/6) yang tercatat masih 1.950.276 orang. Sehingga total kumulatif kasus yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu menjadi 1.963.266 orang.

Penambahan 8.189 kasus positif Covid-19 disumbang 31 dari 34 provinsi di Indonesia. Namun, lima provinsi mengontribusi kasus positif Covid-19 tertinggi yakni DKI Jakarta 4.737, sehingga total kumulatifnya menjadi 463.552 orang. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kelanjutan PPKM Level 4 Dibahas Hari Ini

Minggu, 25 Juli 2021 | 09:10 WIB
X