Epidemiolog Sebut Keputusan Pemerintah Memperpanjang PPKM Darurat Sudah Tepat

- Rabu, 21 Juli 2021 | 07:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Keputusan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali hingga Minggu, 25 Juli dinilai sudah tepat. Hal itu disampaikan Epidemiolog Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad.

Riris Andono Ahmad meminta semua kalangan masyarakat harus mendukung keputusan tersebut, agar kasus harian Covid-19 bisa turun sesuai target. Ia menambahkan PPKM Darurat jilid pertama pada 3 Juli hingga 20 Juli, belum berhasil menurunkan kasus harian.

Pemerintah sendiri menargetkan PPKM Darurat bisa menurunkan kasus Covid-19 hingga menjadi 10 ribu per hari. "Kalau belum turun, kan harus diperpanjang. Kalau memang mau turun sampai targetnya 10 ribu kasus Covid harian," katanya, dilansir dari Republika.

Riris mengatakan, PPKM Darurat jilid pertama belum berdampak siginifikan karena masih banyak masyarakat belum membatasi aktivitas. Karena itu, dia menyarankan agar sebagian besar atau 70 persen masyarakat tetap di rumah masing-masing selama PPKM Darurat.

"Itu baru kemudian akan ada penurunan signifikan," ujarnya.

Menurutnya, sebagian masyarakat resisten dengan PPKM Darurat dengan menganggap kebijakan itu tidak efektif. Pandangan seperti itu harus diubah agar PPKM Darurat berhasil menurunkan kasus harian Covid-19.

"Padahal bukan PPKM-nya yang tidak efektif," ucapnya.

Riris berpendapat PPKM Darurat tidak berjalan sesuai rencana karena pemerintah daerah belum berani memaksa warga tinggal di rumah masing-masing. Ke depan, lanjut dia, pemerintah perlu menegakkan aturan secara konsisten. Menurut Riris, aturan PPKM Darurat yang pemerintah pusat buat sudah sangat jelas, sehingga seharusnya pemerintah daerah tidak bingung lagi menegakkannya.

"Harus dipastikan orang-orang tinggal di rumah, tidak kemudian pergi ke tempat lain. Di luar negeri lockdown, orang tinggal di rumah, mereka benar-benar tinggal di rumah. Masalah penegakan aturan, bagaimana itu bisa benar-benar ditegakkan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Republika

Tags

Terkini

X