Perpanjangan PPKM Darurat Penting Dioptimalkan untuk Menjaga Faskes tak Kolaps

- Rabu, 21 Juli 2021 | 09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Tim Penanganan Covid-19 DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jajat Sudrajat menilai perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sangat penting dioptimalkan untuk memastikan agar fasilitas kesehatan tidak kolaps.

Pasalnya, saat ini angka ketersediaan ranjang rumah sakit sudah lebih dari 90%. Bahkan, di Ibu Kota sendiri saat ini tengah bersiap menghadapi kasus aktif harian Covid-19 yang dapat mencapai 100 ribu pasien.

"Tingginya kasus Covid-19 membuat rumah sakit kebanjiran pasien. Banyak pasien akhirnya tak mendapatkan layanan rumah sakit. PPKM Darurat yang sudah berjalan, dinilai tidak ideal karena masih memiliki kelemahan," kata Jajat dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021).

Diungkapkan, berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) per Minggu (27/6/2021), sudah 405 dokter gugur sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sedangkan data PPNI, kurang lebih 1.000 perawat positif terinfeksi virus corona sejak libur Lebaran Mei 2021. Relawan pun banyak yang tumbang.

Membludaknya jumlah pasien Covid-19 pada Juni 2021 membuat sejumlah rumah sakit harus berhenti menerima pasien akibat kekurangan tempat tidur. Tenda-tenda darurat di halaman rumah sakit mulai didirikan demi menampung pasien Covid-19 yang tak kebagian ruangan.

Karena itu, Jajat Sudrajat menegaskan,  tak ada artinya jika PPKM Darurat diterapkan hanya di atas kertas tanpa implementasi yang benar di lapangan.

"Ya, PPKM lebih tegas lagi jangan cuma soal regulasi, aplikasi di lapangan harus nyata, tegas dan memberi sanksi tanpa pandang bulu," kata Jajat.

Sementara Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengkhawatirkan
perpanjangan PPKM Darurat tak bisa meredam kolapsnya fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang terjadi di Indonesia saat ini.

Meski Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana menambah sumber daya dan rumah sakit darurat, namun menurutnya, hal itu belum tentu bisa menjawab keadaan tenaga kesehatan yang mulai tumbang saat ini.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Terkini

X