Diduga Curi Ikan, Dua Kapal Trawl Ilegal Asal Malaysia Ditangkap

- Jumat, 23 Juli 2021 | 01:10 WIB
Kapal Trawl Ilegal Asal Malaysia saat ditangkap KKP. (istimewa)
Kapal Trawl Ilegal Asal Malaysia saat ditangkap KKP. (istimewa)

BATAM,HARIANHALUAN.COM-Dua unit kapal ikan asing ilegal dari Malaysia ditangkap tim patroli KKP. Penangkapan diwarnai aksi kejar-kejaran  di laut wilayah landas kontinen Indonesia.

"Kami mengonfirmasi penangkapan dua kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia pada akhir pekan kemarin di WPPNRI 571 Selat Malaka," terang Plt. Direktur Jenderal PSDKP yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar dalam siaran resmi KKP, duilansir Haluankepri.com, Kamis (22/7/2021).

Antam menjelaskan, bahwa penangkapan kapal ilegal Malaysia dengan nama KHF 1764 tersebut dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 yang dinakhodai oleh Yohanes Tielung di wilayah landas kontinen Indonesia pada Sabtu (17/7/2021).

Sedangkan satu kapal lainnya dengan nama SLFA 5124 ditangkap oleh Kapal Pengawas Hiu 01 yang dinakhodai Essing di dekat perairan Bagan Siapiapi pada, Minggu (18/7/2021).

"Satu kapal kami ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam sedang satu kapal lainnya ke Stasiun PSDKP Belawan," lanjut Antam.

 

Dalam video dokumentasi yang disampaikan kepada awak media, penangkapan kapal tersebut berlangsung secara dramatis. Kapal ikan asal Malaysia tersebut tampak berusaha melarikan diri dengan terus melakukan manuver berbahaya agar dapat lolos dari Kapal Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP KKP.

Dalam video tersebut tampak pula alat tangkap trawl masih berada di dalam air dan digunakan untuk menghalangi upaya penangkapan yang dilakukan oleh petugas.

"Kapal asing ilegal ini mencoba lari, memacu kecepatan tinggi, kapal ini juga menghalangi kami dengan tali dan alat tangkap, hampir 35 menit kami melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil kami lumpuhkan," terang Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono.

Ipunk juga menegaskan bahwa aparat Ditjen PSDKP KKP tetap siaga dan terus melakukan pengawasan di laut termasuk dalam periode penerapan PPKM ini. Hal tersebut dilakukan untuk mewaspadai aksi pencurian ikan yang dilakukan dengan memanfaatkan masa pandemi Covid-19 ini. (*)

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluankepri.com

Terkini

X