Ribuan Orang Meninggal Saat Isoman, Tanggung Jawab Negara Dipertanyakan

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 19:50 WIB
Ilustrasi (Dok Tempo)
Ilustrasi (Dok Tempo)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Perhimpunan Sarjana Kesehatan dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) mempertanyakan tanggung jawab pemerintah atas banyaknya orang terpapar Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri meninggal dunia.

Ketua Umum Persakmi Ridwan Amiruddin mengatakan, orang-orang yang menjalani isolasi mandiri tetap harus diperhatikan karena kondisi kesehatan mereka dapat memburuk seketika.

Baca Juga: Hentikan Isoman, Segera Bawa ke RS jika Anak Alami Kondisi Ini

"Isolasi mandiri itu adalah tanggung jawab negara karena yang isolasi mandiri itu adalah warga yang sehat yang perlu penanganan juga karena setiap saat bisa mengalami perburukan dan berakhir dengan kematian," kata Ridwan dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (24/7/2021).

Ridwan menegaskan, pemerintah mesti hadir mengelola isolasi mandiri dan tidak boleh berlindung dalam peraturan yang dibuat Kementerian Kesehatan bahwa hanya pasien bergejala sedang dan berat yang masuk ke rumah sakit.

Baca Juga: 675 Pasien Isoman Dilaporkan Meninggal Dunia Sejak Juni, 206 Nakes Gugur

Ia menuturkan, sudah ada ribuan orang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri karena kondisi mereka tidak termonitor dengan baik dan tidak mendapat pelayanan optimal ketika kondisi kesehatan memburuk.

Menurut Ridwan, pemerintah terkesan melempar tanggung jawab penanganan orang-orang yang isolasi mandiri kepada warga, padahal mereka juga warga negara yang harus menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Sekarang ini kita menyerahkan isolasi mandiri ke warga, terutama untuk yang gejala ringan dan sedang, apa yang terjadi kemudian? Itu menjadi jalan sunyi kematian, 1.200 lebih warga meninggal di tempat isolasi mandirinya," kata dia.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: kompas.com

Terkini

Gempa M 4,0 Guncang Kepulauan Batu Sumut

Jumat, 24 September 2021 | 13:26 WIB
X