Kemenkes Instruksikan Kadinkes Percepatan Testing dan Tracing di Daerah PPKM

- Minggu, 25 Juli 2021 | 22:59 WIB
Dok setkab.go.id
Dok setkab.go.id

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia agar meningkatkan testing dan tracing di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor : H.K.02.02/II/1918 /2021 tentang Percepatan Pemeriksaan dan Pelacakan Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pada tanggal 23 Juli 2021.

Baca Juga: PPKM Level 4, Luhut: Pemerintah akan Tingkatkan Testing dan Tracing serta Membatasi WNA Masuk Indonesia

“Surat edaran ini dimaksudkan untuk percepatan penanggulangan pandemi pada masa PPKM melalui penguatan pilar deteksi dengan pelaksanaan peningkatan jumlah pemeriksaan dan pelacakan kontak,” kata Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu dikutip dari setkab.go.id, Minggu (25/7/2021).

Maxi menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari percepatan penemuan kasus terkonfirmasi maupun kontak erat kasus positif COVID-19, sehingga bisa dilakukan penanganan sedini mungkin dengan harapan dapat menekan terjadinya kasus perburukan maupun kematian.

Baca Juga: Kapolri Minta Perkuat Tracing Testing dan Tes PCR  Dipercepat 1 Hari 

“Penguatan testing dan tracing ini, akan diutamakan bagi wilayah-wilayah dengan mobilitas masyarakat dan tingkat penularan kasusnya tinggi, sehingga dengan mengetahui kasus lebih cepat, maka bisa segera dilakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi laju penularan virus,” tuturnya.

Dalam aturan tersebut merinci bahwa daerah yang masuk kategori PPKM Level 3 dan 4 diperbolehkan menggunakan hasil pemeriksaan tes Rapid Antigen (RDT-Ag) sebagai diagnosa untuk pelacakan kontak erat maupun suspek, dan bisa juga dipakai sebagai data dukung dalam pengajuan klaim COVID-19.

Penggunaan RDT Antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif sehingga dapat mempercepat tracing.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: setkab.go.id

Terkini

Ada Apa? Giring Ganesha Sebut Anies Baswedan Pembohong

Selasa, 21 September 2021 | 22:55 WIB

Satgas Sebut Pandemi Covid-19 di Indonesia Terkendali

Selasa, 21 September 2021 | 18:55 WIB

Mulyanto Sambut Baik Indonesia Go Nuclear

Selasa, 21 September 2021 | 14:55 WIB

Mulai November, 44 Ponsel Ini Diblokir WhatsApp

Selasa, 21 September 2021 | 09:15 WIB
X