Alami Penurunan dalam Sepekan Terakhir, Tapi BOR Belum Aman

- Senin, 26 Juli 2021 | 08:14 WIB
GOR Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya menjadi rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19 dengan daya tampung 225 tempat tidur pasien.
GOR Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya menjadi rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19 dengan daya tampung 225 tempat tidur pasien.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Dalam sepekan terakhir, Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) mengalami penurunan. Namun, penurunan ini masih berada di ambang yang belum aman. Semua pihak diminta untuk tidak lengah dan tidak kendor dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes).

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia Gardenia Partakusuma menilai meskipun data turun, masyarakat dan pemerintah masih perlu berhati-hati. “Kalau bisa kita tidak hanya melihat data, tetapi juga mengkaji kondisi riil di lapangan,” kata Lia dikutip dari Republika, Ahad (25/7).

Lia mengatakan, pada Sabtu (24/7), BOR rumah sakit secara nasional memang mengalami penurunan menjadi 69,29 persen. Hal ini bukan berarti Indonesia bisa bersantai dan menurunkan perhatian mereka terhadap penerapan prokes dan menjaga diri. Sebab, masih banyak pasien kritis akibat Covid-19.

Angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi, yaitu di atas 1.000 orang per hari. Jumlah ini masih memprihatinkan. Langkah-langkah pencegahan harus terus dilakukan agar jumlah kasus harian di Indonesia bisa menurun.

“Kita harus tetap berhati-hati karena banyaknya pasien kritis dan ancaman angka kematian yang masing tinggi,” kata dia.

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tiga faktor penyebab tingginya kasus kematian Covid-19 dalam sepekan terakhir. Ketiga faktor itu adalah kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, dan meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito sebelumnya mengatakan, PPKM Darurat yang telah berjalan selama dua pekan berimbas terhadap menurunnya angka BOR di provinsi Pulau Jawa dan Bali.

Adapun Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menyebut, kendati mengalami penurunan angka BOR, seluruh provinsi di Jawa masih relatif tinggi. Empat provinsi, yakni DI Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur masih tercatat memiliki BOR di atas 80 persen. Hanya Jawa Barat dan Jawa Tengah yang BOR-nya sudah turun ke bawah 80 persen.

Di masyarakat, kelangkaan oksigen dan obat masih menjadi kendala. Salah satu warga yang menjalani isoman hingga 16 Juli lalu, Nina mengatakan, ia sempat mengalami kesulitan mendapatkan obat. Akses multivitamin masih lebih mudah dibandingkan obat.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Republika

Tags

Terkini

Sambut Siaran TV Digital, Ini Tiga Langkah Mudah

Selasa, 28 September 2021 | 02:03 WIB

Cek! Ini Wilayah yang Bisa Perpanjang SIM Secara Online

Senin, 27 September 2021 | 18:26 WIB
X