Menteri LHK: Target Pencapaian Netral Karbon 2060 jadi Komitmen Indonesia

- Senin, 26 Juli 2021 | 16:20 WIB
Siti Nurbaya
Siti Nurbaya

"Indonesia kita sedang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa dalam memperjuangkan aktualisasi keadilan iklim diantara negara-negara didunia," imbuhnya.

Target netral karbon 2060 menurut Menteri Siti, didasarkan dari proyeksi pembangunan Indonesia yang diperkirakan mencapai puncak pembangunan dengan emisi sebesar-besarnya antara tahun 2030 hingga tahun 2040, dan terus melandai hingga tahun 2050-2060.

Indonesia sendiri berkomitmen untuk menurunkan emisi dari lima sektor yang meliputi sektor energi, limbah, industri, pertanian dan kehutanan. Selain itu, Indonesia berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan iklim melalui ketahanan ekonomi, sosial dan sumber penghidupan, serta ekosistem dan lanskap.

"Oleh karena itu, saya menyambut dengan gembira Indonesia Green Summit 2021 ini yang akan membahas substansi tersebut beserta isu lintas sektor lainnya," ujar  Menteri Siti.

Menteri Siti Nurbaya juga menyinggung  kejadian banjir yang luar biasa di Eropa dan China dan demikian pula kebakaran hutan di Amerika. Kondisi seperti itu merenggut korban jiwa penduduk dan  anggota masyarakat  kehilangan harta benda, serta kerusakan infrastruktur yang sangat besar dan luas seperti fasilitas air bersih, penyaluran air limbah dan drainase, listrik, jalan dan jembatan, bangunan, dan taman fasilitas umum lainnya. Perubahan iklim telah terjadi dan dampaknya luar biasa.

Karena itu lanjut Menteri Siti, perubahan iklim, karbon netral 2060,  merupakan subyek penting yang kita kelola dalam kerangka kepentingan nasional. Meletakkan karbon netral pada kurun waktu tertentu dilakukan dengan perhitungan tujuan pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, orientasi teknologi, membangun bersama masyarakat, mengelola sebaran pendapatan secara adil, menjaga kohesi sosial, dan hal-hal  multidimensi dan multi-objective;   yang intinya menjaga dalam tatanan  nasional, tata kelola pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.(*)

 

 

 

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Terkini

Terpopuler

X