Menteri Siti Nurbaya Ungkap Limbah B3 Medis Covid-19 Capai 383 ton per-hari

- Rabu, 28 Juli 2021 | 14:10 WIB
Ilustrasi limbah B3 medis Covid-19 (UNEP.org) (https://UNEP.org)
Ilustrasi limbah B3 medis Covid-19 (UNEP.org) (https://UNEP.org)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis Covid-19 mencapai 383 ton per-hari.

Menurut Menteri Siti Nurbaya, data mengenai jumlah limbah B3 medis Covid-19 ini dihimpun berdasarkan laporan dari provinsi. Namun Siti memperkiraan data yang diterima tersebut belum lengkap, untuk itu Kementerian LHK akan terus melengkapinya.

Baca Juga: Pandemi Masih Selimuti Indonesia, Jokowi Ajak Masyarakat Memohon Pertolongan Allah SWT

“Kalau perkiraannya asosiasi rumah sakit itu limbah medisnya itu besar sekali, bisa mencapai 383 ton per-hari,” katanya dalam keterangan pers, disadur melalui Setkab.go.id, Rabu (28/07/2021).

Menteri Siti menjelaskan bahwa kapasitas pengolah limbah B3 medis saat ini mencapai 493 ton per-hari. Namun diakuinya, meskipun kapasitas pengolah limbah B3 lebih besar dibandingkan limbah yang dikelola namun penyebarannya tidak merata dan terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Baca Juga: Menteri LHK Siti Nurbaya: Proklim Upaya Nyata Penanggulangan Perubahan Iklim

“Jadi, arahan Bapak Presiden tadi supaya semua instrumen untuk pengelolaan limbah medis, untuk menghancurkan limbah medis itu yang infeksius harus kita selesaikan,” ujarnya usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo mengenai pengelolaan limbah B3 medis Covid-19 melalui konferensi video, Rabu (28/07/2021).

Dalam pertemuan tersebut Presiden menginstruksikan agar pengelolaan limbah medis tersebut dilakukan secara intensif dan sistematis.

“Arahan Bapak Presiden bahwa terhadap penanganan limbah medis ini kita harus intensifkan dan harus lebih sistematis, betul-betul dilihat dari titik paling jauh di lapangannya. Jadi diperhatikan bagaimana sistem itu bekerja dari rumah sampai ke pusat-pusat pelayanan juga, atau paralel sampai kepada tempat penanganannya,” tutur Menteri LHK.

Halaman:

Editor: Jefly Bridge

Sumber: Setkab RI/Kepresidenan

Tags

Terkini

X