102 Peternak Pangalengan Kehilangan Sapi Akibat PMK, Dedi Mulyadi Minta Kementan Ganti 2 Ekor Per Peternak

- Kamis, 29 September 2022 | 06:07 WIB
Dedi Mulyadi saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke KPBS Pangalengan terkait wabah PMK, Rabu, 28 September 2022.
Dedi Mulyadi saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke KPBS Pangalengan terkait wabah PMK, Rabu, 28 September 2022.

HARIAN HALUAN - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah segera mengganti sapi perah yang mati milik Anggota KPBS Pangalengan akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal tersebut diungkapkan Kang Dedi Mulyadi saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke KPBS Pangalengan terkait wabah PMK, Rabu, 28 September 2022.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Terus Bekerja untuk Rakyat Kecil Meski Diterpa Masalah Perceraian

Dalam pertemuan tersebut Ketua KPBS Pangalengan Aun Gunawan mengatakan wabah PMK menjadi bencana bagi anggota koperasi. Sebab mereka menggantungkan hidup dari hasil sapi perah setiap harinya.

"Sapi perah ini berbeda dengan sapi potong. Sapi perah menghasilkan uang setiap hari, sementara sapi potong ada waktunya untuk diambil dagingnya," ujar Aun.

Baca Juga: Potret Dedi Mulyadi dan Anak Bungsu: Jemput Sekolah Hingga Beli Kursi Kakek yang Tak Laku

Akibat wabah tersebut ada 102 anggota koperasi yang kehilangan mata pencahariannya akibat sapi mereka mati. Pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin agar anggota yang kehilangan sapinya bisa tetap bertahan dengan bantuan berupa sembako.

Sementara itu Kang Dedi menilai jika PMK adalah sebuah bencana terutama bagi peternak skala kecil. Seperti halnya peternak sapi perah yang setiap hari menggantungkan hidup dari susu untuk dijual ke koperasi.

"Mereka yang hanya punya satu atau dua ekor jangankan sapi perah, sapi pedaging juga repot karena itu modal hidup mereka. PMK ini musibah luar biasa untuk rakyat kecil," ujar Kang Dedi.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Redaksi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X