Gempa Tapanuli Utara: Sebanyak 30 Kali Gempa Susulan Terjadi, Lebih dari 50 Orang Terluka

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:36 WIB
Gempa Bumi  (Istimewa)
Gempa Bumi (Istimewa)

HARIAN HALUAN - Hingga Sabtu 1 Oktober pukul 04.30 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap gempa di Tarutung Mag. 5,8 menunjukkan telah terjadi lebih dari 30 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,1 dan magnitudo terkecil 2,5.

Seperti yang dilansir di laman twitter milik Dr. Daryono, S.Si., M.Si Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG melalui tvOnenews, Sabtu, 1 Oktober 2022, lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yg terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar besar Sumatera segmen renun.

Baca Juga: Gempa Kerap Terjadi di Sumbar, Andre Rosiade Minta Warga Sumbar Tetap Tenang

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Gempa di Tapanuli Utara ini berdampak merusak di Tarutung dan sekitarnya dengan skala intensitas VI MMI. Di Sipahutar dengan skala intensitas V MMI. di Singkil dengan skala intensitas IV MMI dan di Tapaktuan dan Gunung Sitoli dengan skala intensitas III MMI.

Baca Juga: Gempa Guncang Padang Panjang Jumat Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya

Darono menambahkan pada 14 Juni 2011 wilayah Tarutung juga pernah diguncang gempa merusak Mag. 5,5 dengan kedalaman 10 km yang dipicu sesar besar Sumatera. Gempa ini merusak 165 rumah warga dan melukai lebih dari 50 orang. Gempa ini dikenal sebagai gempa Sarulla 2011.

Sebelumnya pada Sabtu, 1 Oktober 2022 pukul 02.28.41 WIB di wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,8. (*)

Editor: Milna Miana

Sumber: tvOnenews

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X