Kericuhan Sepakbola Kembali Telan Korban Jiwa, Dedi Mulyadi Minta Stakeholder Segera Cari Solusi

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:32 WIB

HARIAN HALUAN - Tragedi berdarah di lapangan hijau kembali pecah. Tak main-main, kali ini jumlah korban meninggal dunia mencapai ratusan orang dan puluhan lainnya kritis.

Laga derby Jawa Timur antara Arema Malang versus Persebaya Surabaya itu berakhir ricuh. Suporter tuan rumah ‘ngamuk’ lantaran tim kesayangan mereka harus menelan kekalahan dengan skor 3-2 dari Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Kronologi Jatuhnya 127 Korban Jiwa di Stadion Kanjuruhan Malang, Berawal dari Aremania Serang Pemain

Tragedi yang terjadi usai pertandingan pada Sabtu 1 Oktober 2020 malam kemarin itu berakhir ricuh. Hingga Minggu 2 Oktober 2020 pagi dikabarkan ada 130 orang tewas dan 20 orang lainnya masih kritis.

Terkait hal tersebut Anggota DPR RI Dedi Mulyadi pun berduka. Baginya pertandingan sepakbola seharusnya dipenuhi aura sportifitas.

Baca Juga: Astaghfirullah! 127 Orang Meninggal Akibat Insiden di Stadion Kanjuruhan Malang

“Tidak ada sepakbola yang lebih berharga dari sebuah nyawa,” ujar Kang Dedi Mulyadi.

Menurut Kang Dedi kejadian kericuhan imbas dari sebuah pertandingan sepakbola terus terjadi. Sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar tak terulang kembali di masa yang akan datang.

Kang Dedi berharap semua elemen yang terlibat dalam dunia sepakbola Indonesia duduk bareng untuk mencari solusi terbaik yang dapat mengubah citra pertandingan agar lebih baik.

“Kali kesekian peristiwa yang sama terjadi lagi. Stakeholder sepakbola Indonesia harus mencari solusi terbaik agar tidak ada lagi korban di masa depan,” pungkas Kang Dedi Mulyadi. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Redaksi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X