Bensin, Beras dan Tarif Ojol Jadi Biang Kerok Inflasi September

- Senin, 3 Oktober 2022 | 12:13 WIB
Rilis BPS (Youtube BPS Statistics)
Rilis BPS (Youtube BPS Statistics)


HARIAN HALUAN - Badan Pusat Statistik mencatat laju inflasi pada September 2022 mencapai 1,17% secara bulanan. Adapun, inflasi tahun kalendernya mencapai 4,84% dan inflasi tahunannya sebesar 5,95% (year-on-year/yoy).

"Peny kenaikan bensin, tarif angkutan dalam kota, beras, solar, tarif angkutan online dan bahan bakar rumah tangga," kata Kepala BPS Margo Yuwono, Senin (3/10/2022).

Dia menegaskan bahwa inflasi September 2022 sebesar 1,17% ini merupakan tertinggi sejak Desember 2014.

Dari 90 kota yang diamati pergerakan harga, sebanyak 88 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bukit Tinggi sebesar 1,87%.

Baca Juga: Diusung NasDem, Anies Baswedan Resmi Jadi Capres 2024

"Kalau dilihat di Bukit Tinggi penyebabnya karena bensin dimana memberi andil sebesar 0,81%, kemudian beras memberi andil 0,35% angkutan dalam kota 0,18% dan terakhir angkutan antar kota 0,9%," paparnya.

Inflasi terendah di Merauke sebesar 0,07%, sementara dua kota mengalami deflasi Manokwari sebesar 0,64% dan Timika 0,59%.

Berdasarkan kelompoknya, kenaikan harga sektor transportasi menjadi pendorong utama. Transportasi mengalami inflasi 8,88% dan memberi andil sebesar 1,08%.

"Kalau dilihat komoditas yang dominan itu adalah bensin, kemudian angkutan dalam kota, solar, angkutan antar kota dan tarif angkutan roda dua online dan tarif angkutan roda empat online," ujar Margo. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

X