Ahli Virologi Udayana Bali Sebut Dua Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Kenal Virus

- Kamis, 29 Juli 2021 | 10:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi


HARIANHALUAN.COM - Dua dosis vaksin Covid-19 yang disuntikkan sudah bisa membuat tubuh mengenali virus. Ini cukup untuk mencegah terjadinya perburukan gejala sehingga tidak sampai menyebabkan kematian. Hal ini dijelaskan oleh ahli virologi dari Universitas Udayana Bali, Gusti Ngurah Kade Mahardika.

Baca Juga: Antisipasi Abrasi, Bupati Pesisir Selatan Lakukan Penanaman Cemara di Pantai Anakan

“Kalau sudah divaksin dua kali, tubuh kita sudah mengenal virus Covid-19 dengan baik karena sudah ada memorinya. Kalaupun terpapar lagi kemudian tubuh sudah mengenal virus itu, maka meskipun antibodinya rendah atau respons imunnya rendah maka tidak akan jadi sakit parah,” kata Mahardika dikutip dari Republika, Rabu (28/7).

Penelitian yang dilakukan di Cina menemukan, antibodi yang dibentuk oleh vaksin Covid-19 Sinovac akan menurun sekitar enam bulan setelah dosis kedua disuntikkan. Temuan itu diungkapkan para peneliti di Cina, negara produsen Sinovac, seperti dilansir Reuters.

Peneliti Cina melaporkan temuan melalui studi sampel darah dari orang dewasa sehat berusia antara 18-59. Laporan ini dituangkan dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada Ahad (25/7) dan belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Baca Juga: PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 Triliun di Semester I 2021

Dalam penelitian itu, peserta yang menerima dosis ketiga vaksin Sinovac sekitar enam bulan setelah dosis kedua, menunjukkan peningkatan antibodi sekitar 3-5 kali lipat.

Mahardika tak mempermasalahkan pemberian vaksin dosis ketiga jika vaksinnya sudah ada. Sebaliknya, kata dia, kalau vaksin belum tersedia maka lebih bijak Indonesia tidak memberikan vaksin dosis ketiga. “Sekarang pandemi, kita (Indonesia) tidak dihadapkan banyak pilihan dan yang ada mayoritas Sinovac mestinya cukup,” ujar dia.

Sejauh ini, lanjut Mahardika, masyarakat yang sudah divaksin Sinovac meski tertular virus telatif tidak menderita gejala berat dibandingkan orang yang tidak divaksin. “Kemudian kalau 70 persen penduduk sudah divaksin lengkap sesuai ketentuan WHO maka kekebalan komunitas (//herd immunity//) bisa diwujudkan. Bahkan, 50 persen penduduk yang telah divaksin lengkap sudah terasa kok dampaknya,” ujar dia.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Republika

Tags

Terkini

Gempa M 4,0 Guncang Kepulauan Batu Sumut

Jumat, 24 September 2021 | 13:26 WIB

Begini Cara Beli Pelatihan Kartu Prakerja Gelombang 21

Jumat, 24 September 2021 | 10:36 WIB
X