Kepala Jorong Prihatin, Banyak Siswa Putus Sekolah Karena Ekonomi dan Terlalu Lama Belajar Daring

- Jumat, 30 Juli 2021 | 10:24 WIB
ilustrasi dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler bidang keagamaan murid SD.
ilustrasi dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler bidang keagamaan murid SD.

"Disini tidak ada terpengaruh lingkungan tapi karena faktor ekonomi. Jumlah maksimal yang putus sekolah itu kisaran 20 orang. Diantaranya, 5 orang siswa putus sekolah dalam massa pandemi dan sisanya putus sekolah jauh sebelum pandemi karena sudah banyak yang bekerja saat ini," katanya.

Handesta Pedri menyebutkan, lima orang siswa putus sekolah dalam kurun waktu pandemi itu umumnya pelajar tingkat SMP.

"Untuk antisipasi ini, Kita bersama pihak sekolah yang ada di Sapan mewacanakan pembelajaran secara non formal supaya mereka bisa belajar dan memiliki ijazah paket nantinya," terangnya.

Dia menambahkan, ada sekitar 182 KK di Jorong Sapan dan 30 KK diantaranya kategori masyarakat ekonomi lemah. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Motor Listrik Gesits Resmi Diekspor ke Senegal

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:16 WIB

Penjualan Mobil Bekas Lesu di Sumbar, Ini 3 Alasannya

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:15 WIB

Terpopuler

X