Ibu Hamil Boleh Lakukan Vaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 08:22 WIB
Ilustrasi suntik vaksin
Ilustrasi suntik vaksin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Ini kabar baik untuk ibu hamil. Dalam waktu dekat ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi Covid-19. Namun, ada beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi.

Wakil Ketua Tim Mitigasi IDI & Ketua Umum Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Ari Kusuma Januarto SpOG(K) mengatakan, ada sejumlah petunjuk klinis yang membedakan antara masyarakat umum, ibu hamil, dan anak dalam proses pemberian vaksinasi Covid-19.

"Petunjuk klinis seperti suhu ya sama. Kalo masalah hipertensi yang direkomendasi di bawah 180 boleh. Tapi, pada ibu hamil kan ada kondisi penyakit yang membuat tensinya tinggi, yang disebut preklamsia," ujar Ari dalam diskusi "Vaksinasi Ibu Hamil", Jumat (30/7), dilansir dari Republika.

Ari menjelaskan, ibu hamil yang memiliki tekanan darah di atas 140/90, tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dan harus mendapat rujukan dari dokter pemeriksa kehamilan. Ibu hamil yang memiliki gejala seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati dan lainnya juga akan mendapat tinjauan ulang untuk dapat menerima vaksinasi. Sedangkan usia kehamilan yang dianjurkan untuk menerima vaksin adalah 13 minggu - 33 minggu.

"Tentu untuk vaksin akan dilakukan skrining dengan hati-hati dan untuk vaksinasi bisa dilakukan pada kehamilan 13 minggu sampai dengan cukup bulan (melahirkan) memang dianjurkan 33 minggu," kata Ari.

Selain itu, ibu hamil yang memiliki masalah jantung dan diabetes harus dalam kondisi yang terkontrol untuk dapat menerima vaksin. Sedangkan ibu hamil dengan autoimun yang tengah menjalani pengobatan, harus menunda vaksinasi sampai mendapat persetujuan dari dokter pemeriksa.

Ibu hamil yang memiliki riwayat alergi atau alergi berat, juga harus mendapat perhatian khusus. Jika pada vaksinasi pertama terjadi alergi, maka untuk yang kedua tidak direkomendasikan. Setelah melakukan vaksinasi, ibu hamil juga wajib melakukan pemantauan, termasuk perihal perkembangan bayi selama kehamilan hingga usai persalinan. (*)

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Republika

Tags

Terkini

Ada Apa? Giring Ganesha Sebut Anies Baswedan Pembohong

Selasa, 21 September 2021 | 22:55 WIB

Satgas Sebut Pandemi Covid-19 di Indonesia Terkendali

Selasa, 21 September 2021 | 18:55 WIB

Mulyanto Sambut Baik Indonesia Go Nuclear

Selasa, 21 September 2021 | 14:55 WIB

Mulai November, 44 Ponsel Ini Diblokir WhatsApp

Selasa, 21 September 2021 | 09:15 WIB
X