Penyiram Air Keras Wartawan di Medan Dijanjikan Upah Rp13 Juta

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:58 WIB
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko saat menunjukan barang bukti.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko saat menunjukan barang bukti.


HARIANHALUAN.COM - Dua pelaku penyiraman air keras terhadap seorang wartawan di Medan dijanjikan akan menerima upah sebesar Rp13 Juta.

Baca Juga: Aplikasi PDAM Tirta Langkisau Permudah Layanan untuk Pelanggan

Dengan ini, polisi meringkus 5 orang tersangka, yakni SS sebagai otak pelaku dan seorang pengusaha gelanggang permainan mesin ketangkasan. Selanjutnya, IIB sebagai pencari dan merekrut eksekutor, HST sebagai pengondisi waktu dan tempat pertemuan dengan korban.

Kemudian, N dan UA sebagai eksekutor. Mereka pun, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan polisi (RTP) Polrestabes Medan.

Baca Juga: Luhut Ramalkan Covid-19 Sepekan ke Depan Membaik

"Dijanjikan Rp 13 juta. Tapi masing-masing eksekutor masih (dibayar) Rp 1,5 juta," sebut Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, kepada wartawan di Mako Polrestabes Medan, Senin 2 Agustus 2021.

Kasus penyiraman air keras ini, berawal bulan Juni 2021, korban meminta kepada SS jatah uang bulanan. Kalau tidak diberikan, usaha pelaku yang disinyalir sebagai lokasi judi akan diberitakan dan mendesak kepolisian untuk melakukan penggerebekan.

Riko menjelaskan terjadi lah kesepakatan antara pelaku dan korban, bahwa uang itu akan diberikan tanggal 21 setiap bulannya.

"Korban (Persada) biasanya meminta jatah bulanan yang telah berlangsung sekitar 8 kali mulai dari Rp 500 ribu. Kemudian, minta dinaikkan Rp 1 juta. Lalu, minta dinaikkan Rp 2 juta dan 4 juta per bulan," jelas Riko.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

2 Kunci Pengendalian Covid-19 Ala Presiden, Simak!

Rabu, 22 September 2021 | 16:15 WIB

Sabar! Pemerintah Belum Putuskan Cuti Bersama 2022

Rabu, 22 September 2021 | 13:07 WIB
X