Hasil Analisis PPATK: Uang di Bilyet Giro Akidi Tio Ternyata Nihil

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 07:04 WIB
Gedung PPATK
Gedung PPATK



JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Hasil analisis sementara Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan, pihaknya menyimpulkan uang yang disebut oleh putri almarhum Akidi Tio, Heriyanti Tio sejumlah Rp 2 triliun dalam bilyet giro tidak ada.

Nantinya, PPATK akan menyerahkan laporan akhir hasil analisis kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. "(Laporan) Hanya akan diserahkan ke Kapolri dan Kapolda  Rabu (4/8), dilansir dari Republika.

Menurut Dian, hingga saat ini, pengumpulan data masih terus dilakukan. Dian menyebutkan, sejak awal PPATK memberikan perhatian kepada donasi dari keluarga Akidi Tio. Alasannya, PPATK menilai, profil penyumbang tidak sesuai dengan jumlah yang disebut disumbangkan.

"Juga karena keterlibatan pejabat publik yang menerima yaitu Kapolda Sumsel. Keterlibatan pejabat publik seperti ini memerlukan perhatian PPATK agar tidak mengganggu nama baik yang bersangkutan dan institusi kepolisian," tambah Dian.

Seperti diketahui, pada 26 Juli 2021, almarhum Akidi Tio melalui anak perempuannya yaitu Heriyanti Tio dan dokter keluarga, Hardi Darmawan menyerahkan bantuan secara simbolis sebesar Rp 2 triliun kepada Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Eko Indra Heri. Hibah itu disebut diberikan untuk membantu korban Covid-19 di Sumsel.

Irjen Eko pun mengaku Akidi Tio adalah keluarga yang ia kenal saat bertugas di Aceh. Namun, pada Senin (2/8) Polda Sumsel kemudian melakukan pemeriksaan terhadap Heriyanti Tio karena saat petugas Polda Sumsel hendak melakukan pencairan dana melalui bilyet giro, didapati uang dalam bilyet giro tersebut kurang dari Rp 2 triliun.

Polda Sumsel pun kemudian mengirimkan surat kepada otoritas bank Mandiri sebagai bank mengeluarkan bilyet giro itu karena bank tidak dapat memberitahukan informasi pemilik rekening berdasarkan Undang-Undang Perbankan. Heriyanti seharusnya kembali diperiksa pada Selasa (3/8) namun ia mengalami sesak napas sehingga pemeriksaan belum dapat dilakukan lagi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Polisi Hisar Siallagan mengatakan, penyidik masih harus memperkuat alat bukti berkoordinasi dengan ahli pidana termasuk otoritas perbankan. Sebab menurutnya, dengan merujuk dalam Undang-Undang Perbankan tidak bisa memberikan informasi mengenai identitas dan jumlah isi saldo rekening yang bersangkutan.

"Untuk melakukan pemeriksaan lebih jauh, tunggu sampai balasan surat dari Bank Indonesia," kata Hisar.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Republika

Tags

Terkini

Kasus Harian Covid-19 RI Hari Ini Bertambah 1.760

Minggu, 26 September 2021 | 17:20 WIB

Anies dan Gibran Saling Puji, Hari Ini Janji Akan Bertemu

Minggu, 26 September 2021 | 13:27 WIB

Status Irjen Napoleon Ditentukan Pekan Depan

Sabtu, 25 September 2021 | 22:20 WIB
X