Sri Mulyani Bebaskan PNBP Uji Validitas Rapid Diagnostic Test Antigen, Tarif Jadi Rp649 Ribu Per Tes

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 09:21 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 104/PMK.02/2021 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Layanan Uji Validitas Rapid Diagnostic Test Antigen pada Kementerian Kesehatan.

Dalam peraturan baru tersebut, Sri Mulyani membebaskan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas Uji validitas Rapid Diagnostic Test Antigen yang dilaksanakan oleh laboratorium lingkup Kementerian Kesehatan.

“Tarif PNBP uji validitas Rapid Diagnostic Test Antigen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dapat ditetapkan sampai Rp0,00 atau nol rupiah atau 0%,” demikian kutipan keterangan resmi Kemenkeu di Jakarta, dikutip dari Okezone, Minggu (15/8/2021).

Selain itu, dengan adanya peraturan tersebut maka uji validitas Rapid Diagnostic Test Antigen yang dilaksanakan oleh laboratorium lingkup Kementerian Kesehatan dikenakan tarif sebesar Rp694 ribu per tes.

Uji validitas Rapid Diagnostic Test Antigen merupakan layanan serangkaian uji oleh laboratorium yang ditunjuk Menteri Kesehatan untuk mengetahui validitas alat Rapid Test Antigen sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Menteri Kesehatan melalui Keputusan Nomor 477 Tahun 2021 tentang Laboratorium Penguji Validitas Rapid Diagnostic Test Antigen menunjuk beberapa laboratorium penguji yang di antaranya merupakan laboratorium lingkup Kementerian Kesehatan.

Laboratorium yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan ini mempunyai tugas untuk menguji bahan dasar atau reagen yang dimiliki oleh perusahaan sebelum produk Rapid Diagnostic Test Antigen tersebut dapat diedarkan.

Berkenaan dengan hal tersebut, Menteri Kesehatan mengusulkan penetapan jenis dan tarif atas jenis PNBP layanan uji validitas terhadap produk Rapid Diagnostic Test Antigen sebagai dasar hukum pemungutan PNBP kepada perusahaan yang membutuhkan layanan pengujian. Uji validitas Rapid Diagnostic Test Antigen yang dilaksanakan oleh laboratorium lingkup Kementerian Kesehatan dikenakan tarif sebesar Rp694.000,00 (enam ratus sembilan puluh empat ribu rupiah) per tes.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

PeduliLindungi Hadir di Dompet Digital DANA

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Ini Nama 17 Duta Besar RI untuk Negara Sahabat

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:00 WIB

LRT Alami Kecelakaan saat Uji Coba di Cibubur

Senin, 25 Oktober 2021 | 15:41 WIB

Kabar Gembira! Upah Minimum 2022 Bakal Naik

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:22 WIB

Anies hingga Mendagri Digugat ke PTUN, Apa Sebabnya?

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:12 WIB
X