Kasihan dengan Aparat, Puan Maharani Minta Pagar DPR Ditinggikan

- Sabtu, 25 Maret 2023 | 20:52 WIB
Ketua DPR Puan Maharani  (Ist)
Ketua DPR Puan Maharani (Ist)

HARIANHALUAN.COM - Puan Maharani mengaku ada begitu banyak hal yang membebani pikirannya, terlebih sejak menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR

Hal itu diungkapkannya saat Puan Maharani dikunjungi seorang artis kenamaan Boy William ke Gedung DPR pada tahun 2020 lalu, untuk berbincang-bincang mengenai perannya sebagai pimpinan dewan. 

Menduduki jabatan sebagai Ketua DPR RI rupanya tak membuat Puan Maharani merasa tenang, karena banyak tugas-tugas yang harus ia jalankan termasuk menampung aspirasi rakyat. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Instruksikan Menhub Sulap Bandara Kertajati Bertaraf Premium

Dilansir dari Youtube channel Boy William, Puan menjelaskan bahwa peran dan tugas DPR memang tidak mudah untuk memuaskan semua pihak.

Ia juga menambahkan bahwa pasti akan ada pro dan kontra dari setiap keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh DPR.

Disela-sela obrolan seputar tugas Puan, Boy sempat menanyakan bagaimana jika situasi Ketua DPR bila sedang ada aksi demo di depan Gedung DPR.

Baca Juga: Sekda Riau Bantah Putrinya Gelar Pesta Ulang Tahun di Hotel Ritz-Carlton: Itu Cuma di Toko Kok

Politisi PDIP itu menyebut,Anindyati Pramudya Hastiningsih bahwa ia merasa tak takut dengan hal itu, namun yang disayangkan baginya ialah mengapa banyak para pendemo yang menyampaikan aspirasi tidak dilakukan secara tertib dan santun. 

"Ini rumah rakyat, tapi kita (DPR) juga terima apa yang menjadi masukkan mereka, aspirasi mereka. Tapi gak perlu ngerusak lah, gak perlu mengganggu ketertiban umum," kata Puan, dikutip HarianHaluan.com dari YouTube Boy William pada Sabtu, 25 Maret 2023.

Puan Maharani menjabat sebagai Ketua DPR RI sejak tahun 2019, yakni pada masa periode kedua Presiden Joko Widodo terpilih kembali sebagai Kepala Negara. 

Baca Juga: Kembali Bangkit! Marc Marquez Raih Pole pada Sesi Kualifikasi MotoGP Portugal

Wanita kelahiran Jakarta, 6 September 1973 itu rupanya kerap berupaya bagaimana cara agar rakyat yang ingin memberikan aspirasinya serta hak bicara secara baik-baik.

"Itu yang sampek saat ini tuh masih belum ada cara yang tepat bagaimana mengantisipasi hal itu. Bahwa mereka ingin punya hak bicara kita bisa terima. Bahwa ini rumah rakyat ya, tapi kalau udah merusak dan mengganggu ketertiban umum, itu ya gak oke bangetlah," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Sumber: Youtube BW

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X