Pasien Covid-19 di Padang Didominasi Wanita, Ada Balita 2,5 Tahun


Rabu, 01 Juli 2020 - 17:00:25 WIB
Pasien Covid-19 di Padang Didominasi Wanita, Ada Balita 2,5 Tahun Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pasien positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Kota Padang di dominasi wanita, dari 13 kasus baru yang dilaporkan pada Rabu (1/7/2020), 12 orang diantaranya merupakan berjenis kelamin wanita dan satu orang pria.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus penambahan pasien positif Covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) kembali melonjak setelah beberapa hari terakhir sempat melandai. Lonjakan kasus positif virus tersebut terjadi di Kota Padang.

"Minggu kemaren, selama empat hari berturut-turut Kota Padang nihil kasus positif, Selasa kemaren pun juga tidak melaporkan kasus positif, sedangkan hari ini terjadi lonjakan yang cukup signifikan yakni 13 orang," Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumatera Barat, Jasman Rizal.

Satu pria yang dinyatakan positif terkonfirmasi berumur 21 tahun warga Limau Manih Selatan, status mahasiswa, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara. Sedangkan 12 lainnya berjenis kelamin wanita.

12 orang tersebut diantaranya, Wanita 39 tahun warga Ulak Karang Utara, status IRT, Wanita 37 tahun warga Ulak Karang Utara, status IRT, Wanita 18 tahun warga Ulak Karang Utara, status pelajar, Wanita 55 tahun warga Limau Manih Selatan, status IRT, dan Wanita 31 tahun warga Limau Manih Selatan, status IRT, semuanya terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Selanjutnya, Wanita 22 tahun warga Banda Buek, status IRT, diduga terpapar dari riwayat pengobatan, Wanita 56 tahun warga Padang Sarai, pekerjaan Kader Posyandu, diduga terpapar dari pekerjaan, Wanita 53 tahun warga Padang Sarai, pekerjaan Kader Poyandu, diduga terpapar dari pekerjaan, Wanita 38 tahun warga Padang Sarai, pekerjaan Kader Poyandu, diduga terpapar dari pekerjaan, Wanita 59 tahun warga Padang Sarai, pekerjaan Kader Poyandu, diduga terpapar dari pekerjaan, dan Wanita 28 tahun warga Padang Sarai, pekerjaan Kader Poyandu, diduga terpapar dari pekerjaan, yang juga penanganan isolasi mandiri sementara.

"Juga terdapat satu bayi di Padang yang dinyatakan positif, yakni Balita (perempuan) 2,5 tahun warga Limau Manih Selatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara," katanya.


Perolehan satu warga positif berasal dari 697 sampel swab yang dikirim survailance dari berbagai rumah sakit di 19 kabupaten dan kota. 679 sampel diantaranya diperiksa oleh tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Sedangkan 18 sampel lagi diperiksa oleh Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, yang mana keduanya dibawah pimpinan dan penanggungjawab dr Andani Eka Putra. 

"Dalam hal ini, tidak bosan-bosannya kami mengingatkan pesan Gubernur Sumbar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, agar masyakat tetap waspada. Jangan menganggap bahwa dengan telah bebasnya beraktivitas, seakan virus Corona juga tidak ada lagi," kata Jasman.

Lanjut Jasman, Justru dengan kembalinya aktivitas seperti biasa, protokol kesehatan harus bertambah ketat lagi dilakukan. Tetaplah jaga jarak, pakai masker, hindari kerumunan, jangan ada kontak fisik seperti bersalaman, seringlah cuci tangan, berbelanja kuliner perhatikan penjualnya apakah mematuhi protokol kesehatan atau tidak, terutama makanan yang terbuka dan lainnnya.

Dengan begitu, penyebaran Covid-19 dapat ditekan sampai ke angka terendah, asalkan semua konsisten dan berkomitmen untuk menjalankan protokol kesehatan memerangi Covid-19. 

"Kembali kami ingatkan, agar penjual makanan yang sifatnya terbuka baik rumah makan, kafe-kafe dan lainnya, agar pelayan yang mengambil makanan untuk wajib selalu pakai masker dan kita edukasi agar pelayannya saat mengambil makanan tidak bicara di depan makanan tersebut," tegas Jasman.

Jika kedapatan seperti itu, langsung tegur dan ingatkan pelayan dan pemiliknya agar mewajibkan semua karyawannya memakai masker dengan benar, karena masih banyak ditemukan pelayan makanan memakai masker hanya sampai dagu dan mereka berbicara di depan makanan. Ini sangat riskan dan sangat berbahaya bagi orang lain. Sebaiknya saling mengingatkan demi kesehatan semua. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]