Mengapa Makanan Jawa Identik dengan Rasa Manis? Ini Kata Budayawan


Kamis, 02 Juli 2020 - 23:02:19 WIB
Mengapa Makanan Jawa Identik dengan Rasa Manis? Ini Kata Budayawan Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Ketika berwisata ke suatu tempat, tentu yang kita rindukan selain suasana tempat tersebut, yakni kuliner khas di wilayah itu. Di Jawa, kebanyakan kuliner khasnya memiliki rasa yang manis.

Di antaranya sate kambing yang dipadukan dengan bumbu kecap pedas manis, getuk goreng khas Banyumasan yang memiliki rasa manis, gudeg khas Yogyakarta, dan selat Solo yang juga bercita rasa manis. 

Selain itu, beberapa minuman tradisional khas di Jawa juga dikenal memiliki cita rasa yang manis, seperti es dawet khas Banjarnegara, es kapal khas Solo dan lainnya.

Lalu, apakah makna makanan manis bagi masyarakat Jawa?

Turunan dari zaman Majapahit

Guru Besar Ilmu Budaya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Bani Sudardi mengungkapkan, masyarakat Jawa terbagi menjadi tiga golongan besar. 

Di antaranya adalah orang Jawa sekitar keratonan yang berada di Solo dan DIY, orang Jawa Banyumasan, dan orang Jawa Brangwetan atau di Jawa Timur.

Namun, di Pulau Jawa sendiri, menurutnya, didominasi masyarakat Jawa yang dekat dengan keraton.

Adapun masyarakat Jawa dekat keraton ini menyukai kuliner dengan rasa manis.

"Jadi untuk masyarakat yang kebanyakan di Jawa itu sebenarnya masyarakat Jawa yang Yogya keraton, mereka pada umumnya suka makanan yang manis," ujar Bani saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (1/7/2020).

Ia mengungkapkan, mereka suka memakan atau memasak makanan manis lantaran rasa manis memiliki filosofi bagi masyarakat Jawa keraton sebagai simbol kenikmatan.

Selain itu, cita rasa manis itu sudah terjadi secara turun-menurun dari zaman Majapahit. Kesukaan masyarakat Jawa terhadap cita rasa manis terjadi karena kondisi alam di Pulau Jawa. (*)

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 20 Juli 2020 - 07:02:28 WIB

    Cepat Gemuk Meski Ta Banyak Makan, Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

    Cepat Gemuk Meski Ta Banyak Makan, Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi? HARIANHALUAN.COM - Menjaga berat badan ideal merupakan impian banyak orang, terutama bagi kaum hawa. Selain faktor penampilan, menjaga berat badan ideal juga membuat seseorang lebih sehat..
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:32:50 WIB

    Alasan Mengapa Perempuan Diwajibkan Berhijab

    Alasan Mengapa Perempuan Diwajibkan Berhijab HARIANHALUAN.COM – Dalam Islam, seorang perempuan Muslim diwajibkan untuk mengenakan hijab atau pakaian yang menutupi semua auratnya. Sehingga, hijab atau jilbab bukan hanya sekedar menutup kepala semata..
  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 16:51:27 WIB

    Drama Korea Digrandungi Masa Pandemi, Mengapa?

    Drama Korea Digrandungi Masa Pandemi, Mengapa? HARIANHALUAN.COM - Saat pandemi 'mampir' di Indonesia, sejumlah masyarakat memilih untuk berdiam diri di rumah atau mengarantina diri agar tidak terinfeksi virus SARS-CoV-2 yang saat ini mendunia. .
  • Rabu, 13 November 2019 - 15:18:04 WIB

    Mengapa Rasulullah SAW Sehat dan Jarang Sakit? Ini Rahasianya

    Mengapa Rasulullah SAW Sehat dan Jarang Sakit? Ini Rahasianya LIFESTYLE, HARIANHALUAN.COM - Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit? Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit.  .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]