Beredar Surat Pernyataan Tersangka Pencemaran Nama Baik terhadap Mulyadi, Sebut Diperintah Bupati Agam


Jumat, 03 Juli 2020 - 13:27:32 WIB
Beredar Surat Pernyataan Tersangka Pencemaran Nama Baik terhadap Mulyadi, Sebut Diperintah Bupati Agam Surat pernyataan yang diduga dibuat oleh tersangka pencemaran nama baik terhadap Mulyadi.

HARIANHALUAN.COM - Kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap Anggota DPR-RI Mulyadi makin terkuak. Salah seorang tersangka yang merupakan Kabag Umum Pemkab Agam Eri Syofiar (ES) membuat pernyataan secara gamblang bahwa yang memerintahkan dirinya melakukan tindakan tersebut adalah Bupati Agam Indra Catri atas persetujuan Sekda Agam Martias Wanto.

"Saya mohon maaf kepada Pak Mulyadi. Saya tidak ada kepentingan terhadap postingan itu. Saya menjalankan perintah atasan yaitu Bupati Indra Catri dan terlebih dahulu postingan melalui akun palsu Mar Yanto mendapat persetujuan dari Martias Wanto sebagai Sekda Agam," tulis Eri Syofyar dalam Surat Pernyataan bermaterai dan Surat Permohonan Maaf pribadinya kepada Mulyadi.

Kedua surat itu yakni, Surat Pernyataan dan Surat Permohonan Maaf yang ditandatangani oleh Eri Syofyar diantarkan langsung oleh kuasa hukumnya Adi Rahman bersama isteri dan anak kandung Eri Syofyar. Surat itu diterima oleh Lasmawan di Rumah Aspirasi Mulyadi, Jalan Soekarno Hatta, Manggis Ganting, Bukittinggi, Selasa (1/7/2020) lalu.

Eri Syofyar dalam surat itu mengaku menyesali perbuatan yang dilakukan sehingga dia ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana atas laporan polisi No:LP/191/V/2020/SPKT-SBR tertanggal 4 Mei 2020. "Saya hanya menjalankan perintah dari atasan saya Bupati Indra Catri agar nama baik Mulyadi tercemar dan citranya buruk menghadapi Pilkada yang akan datang," tulisnya merinci kronologis postingan melalui akun palsu Mar Yanto.

Eri Syofyar ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatan postingan foto-foto Mulyadi dan kata mengandung ujaran kebencian di dalam akun Facebook atas nama Mar Yanto, yang diduga telah mencemarkan nama baik dan kehormatan anggota DPR RI asal Sumbar tersebut. Lebih lanjut, dia menyampaikan, seluruh postingan yang dilakukannya tersebut terjadi bukan atas kemauan dirinya pribadi, melainkan atas perintah atasannya yaitu Indra Catri. 

Sebelum postingan itu disebarluaskan, hal tersebut terlebih dahulu juga sudah mendapat persetujuan dari Sekda Agam Martias Wanto yang merupakan atasan tersangka ES. Dia mengatakan, tidak ada sedikitpun kepentingan terhadap postingan tersebut, melainkan hanya menjalankan perintah yang diberikan oleh atasan saya dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. 

"Tujuannya agar masyarakat Sumatera Barat membenci Mulyadi, sehingga elektabilitas Mulyadi yang juga sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Barat itu turun," tulis Eri Syofyar berterus terang.

Harapan Eri Syofyar dengan Surat Pernyataan dan Surat Permohonan Maaf ini adalah agar kasus yang menjeratnya ini dapat terbuka lebar dan Mulyadi dapat memberi maaf. "Saya memohon maaf kepada Pak Mulyadi supaya dapat memaklumi posisi saya sebagai anak buah, sehingga dengan terang benderang ini bisa membantu saya dalam menghadapi proses hukum ini," tulis Eri Syofyar.

ES ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh Polda Sumbar karena postingan dalam kasus akun palsu Facebook Mar Yanto. Dua tersangka lainnya adalah Robi (RB) dan Rozi (RZ). Ketiganya telah ditahan di Polda Sumbar. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu mengatakan sudah memeriksa 14 orang saksi, termasuk Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Agam Martias Wanto. (*)

loading...
 Editor : Tim harianhaluan.com
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]