Bupati Disebut Terlibat di Kasus Pencemaran Nama Baik terhadap Mulyadi, Sekda Agam: Kita Serahkan ke Penyidik


Jumat, 03 Juli 2020 - 15:21:59 WIB
Bupati Disebut Terlibat di Kasus Pencemaran Nama Baik terhadap Mulyadi, Sekda Agam: Kita Serahkan ke Penyidik Sekdakab Agam, Martias Wanto

HARIANHALUAN.COM - Sekda Agam, Martias Wanto buka mulut terkait penyataan Eri Syofiar (ES), tersangka pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI, Mulyadi yang menulis surat pernyataan bahwa yang menyuruhnya adalah Bupati Agam Indra Catri. Dia mengatakan, baik Bupati ataupun Sekda malah sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda Sumbar.

"Rasanya tidak etis juga kita menanggapi statement dari ES. Saya pikir, jangan-jangan ini adalah materi penyidik lain juga terkait pengakuan ES," kata Martias Wanto saat dihubungi harianhaluan.com melalui via telepon, Jumat (3/7/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ditegaskannya, yang tidak etis disini bukan keterangan dari ES, tapi tanggapan dari Bupati atau Sekda terhadap statemennya tersebut. "Untuk kasus ini, kita serahkan saja ke penyidik," tutupnya. 

Sebelumnya, salah seorang tersangka yang merupakan Kabag Umum Pemkab Agam Eri Syofiar (ES) membuat pernyataan secara gamblang bahwa yang memerintahkan dirinya melakukan tindakan tersebut adalah Bupati Agam Indra Catri atas persetujuan Sekda Agam Martias Wanto.

"Saya mohon maaf kepada Pak Mulyadi. Saya tidak ada kepentingan terhadap postingan itu. Saya menjalankan perintah atasan yaitu Bupati Indra Catri dan terlebih dahulu postingan melalui akun palsu Mar Yanto mendapat persetujuan dari Martias Wanto sebagai Sekda Agam," tulis Eri Syofyar dalam Surat Pernyataan bermaterai dan Surat Permohonan Maaf pribadinya kepada Mulyadi.

Kedua surat itu yakni, Surat Pernyataan dan Surat Permohonan Maaf yang ditandatangani oleh Eri Syofyar diantarkan langsung oleh kuasa hukumnya Adi Rahman bersama isteri dan anak kandung Eri Syofyar. Surat itu diterima oleh Lasmawan di Rumah Aspirasi Mulyadi, Jalan Soekarno Hatta, Manggis Ganting, Bukittinggi, Selasa (1/7/2020) lalu.

Eri Syofyar dalam surat itu mengaku menyesali perbuatan yang dilakukan sehingga dia ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana atas laporan polisi No:LP/191/V/2020/SPKT-SBR tertanggal 4 Mei 2020. "Saya hanya menjalankan perintah dari atasan saya Bupati Indra Catri agar nama baik Mulyadi tercemar dan citranya buruk menghadapi Pilkada yang akan datang," tulisnya merinci kronologis postingan melalui akun palsu Mar Yanto. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]