Penangguhan Penahanan Ditolak, Penasehat Hukum dan Keluarga Almarhum Lehar Kecewa


Jumat, 03 Juli 2020 - 17:12:07 WIB
Penangguhan Penahanan Ditolak, Penasehat Hukum dan Keluarga Almarhum Lehar Kecewa Penasehat Hukum (PH) Jhonatan Nababan saat diwawancarai awak media.

HARIANHALUAN.COM - Penasehat Hukum (PH) dari tersangka alm. Lehar (84) menyayangkan penolakan penangguhan penahanan terhadap kliennya oleh pihak kepolisian. Mengingat kliennya sudah berusia lanjut. Hal itu diungkapkan Jhonatan Nababan selaku PH tersangka ketika melayat ke rumah kliennya setelah dinyatakan meninggal dunia di RSUP M. Djamil Padang pada Kamis (2/7/2020) malam.

"Dari awal setelah ditetapkan sebagai tersangka, kami bersama keluarga yang bersangkutan sudah sering mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan berbagai pertimbangan, namun tidak digubris," ujarnya, Jumat (3/7/2020).

Jhonatan menambahkan, dia selaku PH tersangka, menyampaikan rasa kekecewaannya kepada polisi. Seharusnya dengan kondisi kliennya yang sudah berusia senja dan mulai melemah, bisa menerima penangguhan penahanan oleh pihak kepolisian. Apalagi berdasarkan rekam medis, dia memiliki riwayat penyakit. "Kami dan keluarga tersangka tentu merasa kecewa dan memepertanyaan, dimana letak keadilan bagi kami," ungkapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar, Satake Bayu Setianto mengaku, bahwa tidak diterimanya permohonan penangguhan penahanan karena masih ada hal yang diperlukan pada masa penyelidikan. "Itulah alasannya kenapa polisi belum bisa menerima penangguhan penahanan terhadap tersangka tersebut," tukasnya.

Lehar merupakan salah satu dari empat tersangka yang ditangkap dalam kasus sengketa tanah yang melibatkan kaum Maboet dengan objek tanah 765 hektare. Lehar Cs ditetapkan tersangka Pemalsuan Surat dan Penipuan oleh Direktorat Reskrim Umum Polda Sumbar. Keempat tersangka lainnya yang menjadi rekan Lehar dalam melakukan pemalsuan yakni inisial EPM, berprofesi sebagai pekerja swasta. Kemudian LH seorang petani, MY nelayan dan YS pekerja swasta.

Namun sebelumnya kasus tersebut sempat memanas, karena ada penolakan dari masyarakat yang menjadi korban rampasan tanah oleh Lehar Cs. Tersangka Lehar kemudian resmi ditahan sebagai tersangka sejak tgl 16 Mei 2020 lalu, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/182/VI/2020/SPKT Sbr tgl 18 April 2020. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]