Hari Ini Posisi Bumi Berada di Titik Aphelion, Apa Dampaknya?


Sabtu, 04 Juli 2020 - 07:34:46 WIB
Hari Ini Posisi Bumi Berada di Titik Aphelion, Apa Dampaknya? ILUSTRASI.

HARIANHALUAN.COM - Bumi akan berada pada titik Aphelion pada hari ini, Sabtu (4/7) sekitar pukul 18.34 WIB. Lalu, apa itu aphelion?.

"Aphelion adalah posisi Bumi terjauh saat perputarannya mengitari Matahari dalam setahun," kata Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Emanuel Sungging dikutip dari Kontan.co.id, Sabtu (4/7/2020).

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antarikas (LAPAN) Andi Pangerang menjelaskan, Aphelion terjadi karena orbit Bumi tidak sepenuhnya lingkaran sempurna. 

"Tak sepenuhnya lingkaran, tetapi berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60," ujar Andi. 

Tak hanya Aphelion, setiap tahun Bumi juga berada pada jarak terdekat dengan Matahari atau disebut Perihelion. Perihelion, Andi bilang, terjadi setiap Januari. 

Sementara Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari atau Aphelion setiap Juli. "Untuk tahun ini, Aphelion terjadi pada Sabtu (4/7) pukul 18.34 WIB pada jarak 152.095.295 km," kata Andi.

Apa dampak bagi Bumi saat berada di titik Aphelion? Andi mengatakan, secara umum tidak ada dampak yang signifikan terhadap Bumi.

Benarkah Aphelion menyebabkan suhu dingin?

Benarkah Aphelion menyebabkan suhu dingin? Andi menyebutkan, suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau, bukan karena Aphelion. 

Kemungkinan, suhu dingin di Indonesia akan berlangsung hingga Agustus mendatang. "Karena tutupan awan yang sedikit, jadi tidak ada panas dari permukaan Bumi (yang diserap dari cahaya Matahari dan dilepaskan pada malam hari) yang dipantulkan kembali ke permukaan Bumi oleh awan," papar Andi. 

Mengingat posisi Matahari saat ini berada di belahan Utara, maka tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibanding belahan Selatan yang mengalami musim dingin. 

Oleh karena itu, menurut Andi, angin bertiup dari arah Selatan menuju Utara. "Saat ini angin yang bertiup dari arah Australia yang memang mengalami musim dingin," ujar Andi. 

Dampak yang timbul adalah efek penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang terletak di Selatan Khatulistiwa, yang saat ini sedang terjadi. 

Posisi Bumi yang berada pada titik terjauh dari Matahari juga tak memengaruhi panas yang Bumi terima. Sebab, panas Matahari terdistribusi ke seluruh Bumi. 

"Dengan distribusi yang paling signifikan memengaruhi disebabkan oleh pola angin," kata Andi. Mengingat saat ini angin bertiup dari arah Selatan yang tengah mengalami musim dingin, maka Indonesia akan merasakan suhu yang lebih dingin. 

Matahari juga akan terlihat sedikit lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata, yakni sekitar 15,73 menit busur atau berkurang 1,68%. (*)

loading...
 Sumber : Kontan.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 28 Juli 2020 - 06:54:56 WIB

    7 Layanan Terpercaya untuk Kurban Online di Hari Raya Idul Adha

    7 Layanan Terpercaya untuk Kurban Online di Hari Raya Idul Adha HARIANHALUAN.COM - Hari raya Idul Adha kini sudah di depan mata. Pada perayaan ini, dilakukan juga ritual kurban, yakni salah satu ritual ibadah umat muslim untuk menyembelih binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah.
  • Sabtu, 25 Juli 2020 - 15:12:21 WIB

    Hari Ini Pukul 19.16 WIB, Komet Neowise Melintas di Langit Sumbar

    Hari Ini Pukul 19.16 WIB, Komet Neowise Melintas di Langit Sumbar HARIANHALUAN.COM - Fenomena alam kembali terjadi pada 25 Juli 2020. Khusus di Kota Padang, Provinsi Sumbar, masyarakat bisa melihat Bintang jatuh yang dimaksud adalah Komet Neowise (Near Earth Object Wide-Infrared Survey Expl.
  • Kamis, 23 Juli 2020 - 13:07:54 WIB

    Google Doodle Hari Ini, Peringatan Hari Anak Nasional

    Google Doodle Hari Ini, Peringatan Hari Anak Nasional HARIANHALUAN.COM – Peringatan Hari Anak Nasional hari ini, Kamis (23/7/2020) di Indonesia turut diperingati Google melalui ilustrasi doodle hari ini. Google Doodle Hari Anak Nasional tampil di halaman muka mesin pencari Goo.
  • Jumat, 17 Juli 2020 - 12:46:36 WIB

    17 Juli Hari Emoji se-Dunia, Simak Sejarah dan Asal Mulanya

    17 Juli Hari Emoji se-Dunia, Simak Sejarah dan Asal Mulanya HARIANHALUAN.COM - Emoji, sebuah gambar digital untuk menyampaikan ide, kian digunakan secara luas untuk mengekspresikan berbagai emosi. Seiring dengan penggunaan aplikasi pesan, penggunaan emoji menjadi bagian dari berkomuni.
  • Ahad, 12 Juli 2020 - 08:49:26 WIB

    Melihat Perbedaan Fenomena Gerhana Matahari Total hingga Annular

    Melihat Perbedaan Fenomena Gerhana Matahari Total hingga Annular HARIANHALUAN.COM - Setiap tahun gerhana Matahari terjadi antara 2 dan 5 kali, tergantung pada geometri Matahari, Bulan dan Bumi. Gerhana Matahari sendiri adalah peristiwa alami yang terjadi ketika Bulan bergerak dalam orbitn.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]