Pahala Shalat Sunah Fajar: Lebih Berharga dari Dunia dan Isinya


Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:56:23 WIB
Pahala Shalat Sunah Fajar: Lebih Berharga dari Dunia dan Isinya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pahala salat sunah Fajar sangat fenomenal. Nabi SAW memberi informasi, “Dua rakaat salat sunah Fajar lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim). Rupanya sebelum matahari terbit, Allah SWT hendak menghadiahkan pahala  yang lebih berharga dari dunia dan  isinya. Pahala itu hanya didapat oleh yang mengerjakan salat sunah Fajar.

Bagi mereka yang materialistik, adakah yang lebih berharga dari dunia dan isinya di kolong langit ini? Tentu ada. Bagi kalangan beriman,  kehidupan dunia itu, “Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu mengering dan kamu lihat warnanya menguning lalu hancur.” (QS. al-Hadid/57: 20).

Bagi yang telah tercerahan, kehidupan dunia ini hanya senda-gurau dan main-main. Allah SWT menjelaskan, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, melainkan senda-gurau dan main-main. Sesungguhnya, akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS. al-Ankabut/41: 64). Pahala salat sunah Fajar itulah sedianya kebaikan yang harus dikejar.

Secara praksis, waktu salat sunah Fajar itu adalah setelah  berkumandang adzan Subuh. Bersumber dari Ibnu Umar, Hafshah Ummul Mukminin mengabarinya, bahwa apabila muadzin telah selesai adzan Subuh, Rasulullah SAW salat lebih dahulu dua rakaat sebelum iqamat. Itu artinya waktu salat sunah Fajar adalah setelah adzan Subuh dan sebelum iqamat.

Aisyah, isteri Rasulullah SAW berkata, “Biasanya Nabi SAW senantiasa mengerjakan salat ringkas dua rakaat antara adzan dan iqamat Subuh.” (HR. Muslim). Shalat ringkas dua rakaat antara adzan dan iqamat inilah yang disebut dengan shalat sunah Fajar atau shalat qabliyah Subuh. Berpahala besar karena yang melaksanakannnya harus bertarung melawan kantuk dan dingin.

Jadi, salat sunah Fajar adalah salat sunah yang  ringkas. Saking ringkasnya sehingga Aisyah berkata, “Rasulullah SAW senantiasa mengerjakan salat sunah fajar dua rakaat secara ringkas sampai-sampai aku menggumam, apakah beliau membaca al-Fatihah?” (HR. Muslim). Inilah dimensi kebijaksanaan Nabi SAW dalam beribadah: ringkas dan mudah. 

Tentu Rasulullah SAW membaca al-Fatihah dan surat lain dalam salat Sunah Fajar. Abu Hurairah  berkata, “Biasanya dalam dua rakaat salat sunah Fajar, pada rakaat pertama Rasulullah SAW membaca “Qul Ya Ayyuhal Kafirun” dan pada rakaat kedua membaca “Qul Huwallahu Ahad.” (HR. Muslim). Kedua ayat ini tergolong ayat yang mudah dihafal karena ringkas.

Salat sunah Fajar terlewatkan biasanya karena memperturuti nikmatnya tidur, sebuah kenikmatan dunia. Padahal Nabi SAW bersabda, “Tidaklah dunia bila dibandingkan akhirat, kecuali hanya semisal seorang dari kalian memasukkan jari ke dalam lautan. Maka, hendaklah melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat?” (HR. Muslim).

Seorang muslim sejatinya adalah seorang yang visioner. Ia tidak hanya berpikir tentang kehidupan kini di sini belaka, tapi juga mempersiapkan kehidupan yang kekal abadi nanti di sana. Allah SWT mewanti-wanti, “Dan sungguh, yang kemudian itu (akhirat) lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).” (QS. al-Dhuha/93:4).

Untuk melaksanan salat sunah Fajar itu sebenarnya dapat diagendakan. Pertama, kuatkan niat. Kedua, siapkan waktu untuk bangun sebelum Subuh. Ketiga, kuatkan fisik untuk melawan kantuk dan dingin. Keempat, paksakan diri untuk menjalankan sunah Rasulullah SAW. Kelima, selalu ingat bahwa pahalnya lebih baik dari dunia dan isinya.

Dr KH Syamsul Yakin MA

loading...
 Sumber : Republika /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]