Satgas Waspada Investasi Temukan 105 Fintech Ilegal, Berikut Daftarnya


Sabtu, 04 Juli 2020 - 23:13:48 WIB
Satgas Waspada Investasi Temukan 105 Fintech Ilegal, Berikut Daftarnya ilustrasi fintech ilegal

HARIANHALUAN.COM - Satgas Waspada Investasi menemukan 105 penyedia fintech (financial technology) ilegal yang tak mendaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka menerapkan bunga tinggi yang membuat pengguna sulit membayar.

Ketua Satgas Waspada Investasi Togam L Tobing mengatakan modus yang mereka gunakan untuk menjerat penggunanya adalah memanfaatkan pandemi virus corona Covid-19 dengan menjaring mereka yang membutuhkan data segera. "Mereka tidak bertujuan membantu masyarakat tetapi justru menyiksa dengan bunga tinggi dan teror penagihan," ujar Togam dalam konferensi pers digital, Jumat (3/7/2020) kemarin.

Togam menambahkan P2P (peer to peer) lending ilegal ini memberikan jangka waktu yang singkat bagi penggunanya kemudian menggunakan teror intimidasi jika pengguna tidak membayar tepat waktu. Mereka juga meminta akses ke kontak smartphone atau seluruh data di ponsel. "Ini yang menjadi masalah karena menyebar data pribadi nasabah fintech, ini yang sangat memalukan," jelasnya.

Tongam mengungkapkan keberadaan P2P lending ilegal merugikan masyarakat dan pemerintah karena potensi penerimaan pajak. Selain itu fintech ilegal bisa digunakan untuk praktik pencucian uang. "Kami imbau agar masyarakat tak mengakses fintech ilegal karena berbahaya," tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktorat Cyber Bareskrim Polri, Kompol Silvester Simamora bahkan menyebut keberadaan fintech lending ilegal ini bisa menimbulkan situasi yang menghawatirkan karena membuat masyarakat akan mencari pinjaman lain, untuk membayar pinjaman sebelumnya.

"P2P ilegal ini mereka menggunakan atau menerapkan bunga tinggi apabila masyarakat tak bisa membayarnya akan dilakukan teror nanti akan menimbulkan situasi yang mengkhawatirkan," ujarnya.

Menurutnya orang yang terjebak dalam jeratan hutang ini bisa melakukan risiko melanggar hukum, dengan mencari P2P lending lain untuk menutupi hutangnya jadi gali lubang tutup lubang atau bahkan tindakan melanggar hukum yang mengarah ke pidana. Sylvester mengatakan jika P2P ini semakin marak, apalagi di tengah pandemi.

Masyarakat sangat membutuhkan uang, sehingga mereka mendapatkan uang dengan melakukan segala cara, salah satunya melalui pengajuan pinjaman uang ke lembaga yang belum berizin dari OJK. Dia berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati pada layanan fintech ilegal. Sebab, selain tak ada ijin yang jelas, layanan P2P ini bisa mencuri data pribadi orang yang melakukan pengajuan pinjaman.

"Data ini penting bagi mereka, bisa dijual 3 sampai 4 kali lipat dan bisa dijual di pasar gelap," pungkasnya.

Sebagai informasi dari 105 yang disebut Satgas Waspada Investasi, ada beberapa nama yang sama, tapi dengan developer berbeda. Misalnya Go Saldo (dengan lima developer berbeda yakni Go World Tech, Chopra Navya, Raymond Coats, Go Saldo dan Super Uang Tunai) lalu Lega-Go dengan dua developer. (*)

Berikut daftar fintech ilegal tersebut:

  • Dana Malaikat
  • Go Saldo
  • Bali Pinjaman
  • Go-Star
  • Rupiah cash --
  • Halo Rupiah Pinjaman tanpa jaminan online cepat
  • Doctor Rupiah
  • Rupiah Zone
  • rupiah tas
  • Solusindo
  • NowRupiah-Pinjaman Uang Kredit Online
  • Link In
  • Super lulu
  • Tunai Shop :BORROWING AND RETURNING
  • Tunai Shop
  • Lega-Go
  • Biru Pokok
  • Kiko Uang
  • Sselai
  • KSP Jasa Tanah Abang Plus
  • ACA MF
  • Taman Rahasia
  • Kantongku
  • Dana Anda
  • Butuh Uang
  • Get-Lega
  • Dana Liga
  • Kartu Puas
  • Kereta Emas- Always Online
  • Modal Kecil
  • Kartuberes
  • Kredol Plus
  • Kilat Bahagia
  • SeDana- Pinjam Uang Tunai Tanpa Jaminan Cepat
  • TokoCash Pinjaman Kredit Uang Rupiah Kilat & Mudah
  • Uang Kilat
  • Energi Indo
  • Toko Dana
  • BantuKi
  • Dana Instan
  • Dana Umat
  • Pita Merah
  • Doku Mudah
  • Pinjam Dong
  • Asetku-Dana
  • Rupiah Teman
  • Meminjam Uang
  • Dompet Kelinci
  • Pinjaman Petir
  • Dana Anda
  • Pay Kredit
  • Aku Cepat
  • Mau Duit
  • Bali Pinjaman Dana
  • Uang Kita
  • Duit Kita
  • TunaiKan
  • Kotak Uang
  • Pinjam Cepat
  • Rupiah Cepat Cair
  • Halo Rupiah
  • Kredit Rupiah
  • My Rupiah
  • Nyicil Go
  • Pinjam Mangga
  • Pita Merah
  • Duit Zuper
  • Uang kita
  • KSP Taipan Kota
  • Punya Duit
  • FUlus Gesit
  • Modal Cash
  • Go Cash
  • Consumption Knot
  • Kredit Maju
  • Uang Berat
  • Lewati Kesulitan
  • Taman Meteor
  • Mango Funto
  • Kami Go
  • Pohon Koin
  • Segepok Uang
  • Hello Loan
  • Tunai Duit
  • Menjadi Kaya
  • Pinjam Sejahtera Jaya Gemilan

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]