Sejarah Emas, Logam Mulia yang Pertama Kali Ditemukan dan Bernilai Tinggi


Ahad, 05 Juli 2020 - 12:44:55 WIB
Sejarah Emas, Logam Mulia yang Pertama Kali Ditemukan dan Bernilai Tinggi Ilustrasi emas

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Emas merupakan salah satu logam mulai yang menjadi komoditas berharga dan diperdagangkan secara internasional. Harga emas yang tinggi dan terus naik menjadi instrumen investasi yang tetap eksis dari tahun ke tahun. Logam mulia itu punya sejarah yang cukup panjang dari ditemukannya hingga kini bernilai tinggi.

Emas pertama kali ditemukan manusia dalam kondisi yang masih alami di sungai dan tanah di zaman kuno. Emas adalah logam mulia yang pertama kali ditemukan umat manusia. Perdebatan akan kapan dan di mana manusia pertama kali bersentuhan dengan emas itu masih terus berlangsung di kalangan arkeolog.

Dilansir dari Gold Price, emas ditemukan dalam keadaan paling dasar dan alami - di sungai dan di tanah dunia kuno - dan emas adalah salah satu logam mulia pertama yang diketahui umat manusia. Sebagai respons alami terhadap keindahan dan kelangkaannya, emas menjadi simbol royalti dan kemewahan di hampir setiap budaya yang bisa mendapatkannya. Kecemerlangan dan ketahanannya terhadap noda membuat logam mulia ini menjadi komoditas pembuat perhiasan yang ideal, dan akhirnya menjadi mata uang yang bisa bertahan.

Namun, ada sedikit konsensus dalam komunitas arkeologi dan ilmiah tentang mengidentifikasi kapan dan di mana manusia pertama kali bersentuhan dan mulai menggunakan emas.

Di tahun 2600 sebelum masehi (SM), penduduk Mesopotamia (kini Republik Irak) sudah menggunakan perhiasan emas yang ditempa oleh kaum tersebut. Sejak itu, emas mulai diolah dan dirancang untuk berbagai perhiasan. Harga emas pun sudah cukup tinggi kala itu.

Pada tahun 1223 SM, makam Firaun yang ikonik terbuat dari emas. Dan menurut legenda pada tahun 950 SM, kuil atau Bait Solomon di Yerusalem dibangun dengan emas sebagai bahan konstruksi.

Dilansir dari situs resmi World Gold Council, memasuki tahun 550 SM emas dijadikan sebagai mata uang atau koin atas perintah Raja Croesus dari Lydia (kini menjadi suatu daerah di Turki). Sejak itu, koin emas menjadi mata uang di banyak negara sebelum adanya uang kertas. Harga emas kian bernilai tinggi.

Menurut informasi yang dikutip dari The Guardian, emas bukanlah logam yang langka. Lantas, mengapa harga emas bisa memiliki nilai tinggi hingga dijadikan sebagai mata uang?

Meski tak langka, emas cukup sulit untuk ditemukan atau diperoleh dan diekstraksi ke dalam jumlah yang besar hingga bisa digunakan manusia. Apalagi, di zaman kuno emas diekstraksi dengan cara-cara kuno. Harga emas bernilai karena sangat tahan akan korosi dibandingkan logam lainnya. Emas pun mudah diolah menjadi produk yang berestetika.

Emas juga menjadi logam mulia yang tidak bisa dihancurkan dan terkena noda seperti perak atau tembaga. Emas pun tak dapat larut dalam cairan asam. Selain itu, emas mudah dipadukan dengan logam lainnya sehingga dapat menghasilkan beragam warna.

Emas pun tidak akan berubah kondisi atau kualitasnya meski disimpan di dalam lemari lembab dalam waktu yang lama. Harga emas yang cenderung selalu naik membuat banyak orang menjadikannya sebagai instrumen investasi.

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]