AS Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan, Untuk Apa?


Ahad, 05 Juli 2020 - 13:28:51 WIB
AS Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan, Untuk Apa? Ist

HARIANHALUAN.COM - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memperkuat armadanya ke Laut China Selatan. Amerika Serikat akan mengirim dua kapal induk beserta sejumlah kapal perang lainnya ke Laut China Selatan.

Kedamaian di Laut China Selatan terancam belakangan ini. Penyebabnya, China meningkatkan aktivitas militer di Laut China Selatan. Bahkan, China klaim Kepulauan Parcel sebagai wilayahnya. Kepulauan Parcel sendiri diklaim oleh sejumlah negara yakni China, Vietnam, dan Taiwan.

Pengerahan dua kapal induk bertenaga nuklir AS dan saling unjuk kekuatan militer menandakan peningkatan tensi antara AS dengan China atas sejumlah daerah sengketa, terutama Hong Kong.

Namun Angkatan Laut Amerika Serikat menyebut pengiriman kapal induk dan kapal perang tersebut untuk menggelar latihan. " USS Nimitz dan USS Ronald Reagan sedang menggelar latihan di Perairan Filipina dan Laut China Selatan," ujar juru bicara Armada Ketujuh, Letnan Joe Jeiley dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (5/7/2020).

Jeiley mengklaim latihan tersebut akan meningkatkan fleksibilitas operasional pasukan jika mereka diterjunkan untuk menanggapi situasi regional. "Kehadiran dua kapal induk ini bukanlah respons terhadap kejadian politik atau peristiwa apa pun di dunia," sambung Jeiley.

Dia menambahkan, langkah tersebut merupakan salah satu dari banyaknya strategi Angkatan Laut AS mempromosikan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-pasifik.

Latihan tersebut telah sejak lama direncanakan. Namun baru terlaksana setelah China melakukan latihan militer di Kepulauan Parcel beberapa waktu lalu. Para pejabat AS mengatakan latihan militer AS di Laut China Selatan tidak digelar berdekatan dengan pulau-pulau yang disengketakan.

Didepak Permanen Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, berkicau di Twitter bahwa latihan militer China di Laut China Selatan tersebut sangat provokatif.  "Kami menentang klaim Beijing yang tidak berdasarkan pada hukum," ujar Pompeo pada Jumat.

AS sejak lama menyatakan Beijing telah menerjunkan kekuatan militer di kepulauan itu dan membangun fasilitas militer. Ada kalanya AS "menantang" klaim Beijing dengan menggelar apa yang mereka sebut sebagai "Kebebasan Operasi Pelayaran". (*)

loading...
 Sumber : Kontan.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]