Disebut Terlibat dalam Pencemaran Nama Baik terhadap Mulyadi, Indra Catri: Tuduhan Tak Mendasar


Senin, 06 Juli 2020 - 07:30:29 WIB
Disebut Terlibat dalam Pencemaran Nama Baik terhadap Mulyadi, Indra Catri: Tuduhan Tak Mendasar Bupati Agam, Indra Catri

HARIANHALUAN.COM - Menanggapi tudingan disebut sebagai penyuruh tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Mulyadi untuk membuat akun, Bupati Agam, Indra Catri membantah tudingan tersebut. Meskipun demikian, dia menyebut akan menghormati keputusan permohonan maaf tersangka ES ke publik atas kasus yang menjeratnya.

"Namun yang sangat saya sayangkan, dalam surat pernyataan maaf itu menuduh saya dan Pak Sekda sebagai atasan beliau (tersangka) untuk memerintahkan dan menyetujui melakukan perbuatan tersebut," kata Indra Catri kepada wartawan, Minggu (5/7/2020). 

Menurutnya, tuduhan itu merupakan pernyataan tidak mendasar sesuai fakta hukum. Karena kasus ini, dalam proses penyidikan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat) Sumbar. "Tuduhan kepada kami yang disampaikan saudara  ES dalam surat permohonan maaf dan pernyataannya, sepertinya belum layak disampaikan ke publik. Karena kasus ini masih proses penyidikan," tegasnya.  

Dia mengungkap dirinya juga merasa tidak etis untuk mengomentari apa yang masuk dalam proses penyidikan. Namun, karena banyak pihak yang menanyakan persoalan tersebut, maka sudah sepatutnya untuk bersuara. "Dia (tersangka) minta maaf saya hormati, tapi jangan kaitkan dengan saya," ujarnya. 

Indra Catri mengaku ikhlas atas persoalan ini, bahkan selaku warga negara yang baik dan patuh akan proses hukum dirinya telah memenuhi panggilan pihak kepolisian sebagai saksi dalam perkara tersebut. "Dalam kesempatan ini, saya sampaikan kepada masyarakat untuk menghormati proses hukum yang berjalan dan menghormati praduga tidak bersalah," tutupnya.

Sebelumnya, kasus pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI Mulyadi masih dalam proses penyidikan. Usai ditetapkannya tiga orang tersangka yakni, dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial ES (58) dan RP (33) serta seorang pekerja swasta yaitu RH (50), kini muncul lagi permasalahan baru dalam kasus tesebut. 

Hal ini berdasar atas permohonan maaf dari tersangka ES kepada Mulyadi atas kasus yang menjeratnya, kemudian menyebutkan postingan pencemaran nama baik melalui media sosial itu bukan atas kemauannya sendiri. Pengakuannya ini ditulis dalam sebuah surat dan dinyatakan materai pada tanggal 30 Juni 2020. 

Dalam surat tersebut, ES menuliskan seluruh postingan pencemaran nama baik tersebut atas perintah atasannya yaitu Bupati Agam Indra Catri yang terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Agam, Martias Manto. (*)

loading...
 Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]