Hasil Uji Obat Covid-19 akan Diketahui dalam Dua Pekan Ini


Senin, 06 Juli 2020 - 07:50:53 WIB
Hasil Uji Obat Covid-19 akan Diketahui dalam Dua Pekan Ini ilustrasi Covid-19 di dunia.

HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan segera mendapatkan hasil uji klinis obat Covid-19 yang sedang dilakukan. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus berharap, pihaknya segera mendapatkan obat-obatan yang efektif mengobati pasien Covid-19.

Uji coba solidaritas dimulai dalam lima tahap dengan melihat pendekatan pengobatan potensial Covid-19 dari pengobatan standar, remdesivir, obat anti-malaria yang digembar-gemborkan oleh Presiden AS Donald Trump, hydroxychloroquine, obat HIV lopinavir/ritonavir dan lopanivir/ritonavir yang dikombinasikan dengan interferon.

Tidak bijaksana untuk memprediksi kapan sebuah vaksin bisa siap melawan Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus korona jenis baru dan telah menelan lebih dari setengah juta orang tersebut. “Hampir 5.500 pasien di 39 negara sejauh ini telah dilibatkan dalam uji coba Solidaritas. Kami mengharapkan hasil sementara dalam dua pekan ke depan,” ungkap Tedros, Minggu (5/7/2020).

Awal bulan ini WHO menghentikan uji coba hydroxychloroquine pada pasien Covid-19 setelah penelitian menunjukkan tidak adanya manfaat dari obat tersebut. Namun banyak pekerjaan yang masih diperlukan untuk melihat apakah obat itu cukup efektif sebagai obat pencegahan. Pengujian hydroxychloroquine dihentikan sementara, banyak calon vaksin lain menunjukkan kemanjurannya pada akhir tahun.

Meski hingga saat ini belum ada vaksin yang terbukti melawan penyakit Covid-19, namun ada 18 calon vaksin sedang diujikan pada manusia. Pejabat WHO mempertahankan respons mereka terhadap virus yang muncul di Cina tahun lalu dengan mengatakan bahwa mereka telah diarahkan oleh ilmu pengetahuan untuk bekerja ketika virus itu berkembang.

Kepala program kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi adalah rantai pasokan global putus, sehingga membuat para staf medis tidak memiliki alat pelindung. “Saya menyesal bahwa tidak ada akses yang merata untuk mendapatkan alat Covid. Saya menyesal bahwa sejumlah negara memiliki lebih banyak dari yang lain, dan saya menyesal bahwa petugas lini terdepan meninggal karena (itu),” katanya. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]