Kasus Pencemaran Nama Baik, Indra Catri akan Tempuh Langkah Hukum


Senin, 06 Juli 2020 - 09:47:20 WIB
Kasus Pencemaran Nama Baik, Indra Catri akan Tempuh Langkah Hukum Bupati Agam, Indra Catri

HARIANHALUAN.COM - Bupati Agam Indra Catri telah membantah tudingan disebut sebagai penyuruh aksi pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap Mulyadi. Menurutnya, tuduhan itu tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta hukum. Apalagi, proses dalam kasus ini masih dalam penyidikan pihak kepolisian. 

Penasehat Hukum Indra Catri, Ardyan, ES dalam hal ini telah melakukan tindakan pencemaran nama baik terhadap kliennya. Bukan hanya kepada pribadi, namun juga kepada seorang pejabat negara yang sedang melaksanakan tugas. Atas persoalan itu, kata dia, pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah hukum terhadap tuduhan ES yang tidak berdasar terhadap kliennya. 

"Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk langkah hukum itu," kata Ardyan kepada wartawan di Padang, Minggu (5/7/2020). 

Ardyan mengungkapkan, pihaknya telah mengetahui dan membaca surat permohonan maaf ES yang dibuat oleh media massa. Namun, baginya ada hal yang menjadi tanda tanya besar dalam isi surat tersebut. Dalam surat pernyataannya, ES menyatakan bahwa perbuatan tersebut dilakukan karena perintah pimpinan dalam hal ini bapak Indra Catri dan seluruh postingan Facebook diberikan persetujuan oleh pak Martias Wanto selaku Sekda. 

"Pertanyaannya mana yang lebih tinggi bupati atau sekda? Ini perlu tanda tanya," ujarnya. 

Selain itu, kata dia, juga ada kejanggalan surat tersebut yang dibuat dalam ketikan bukan tulisan tangan. Sedangkan ES, dalam kasus ini telah ditetapkan tersangka dan ditahan. "Surat dibuat dengan ketikan, saya tidak tahu ketik di mana. Apakah ini kalimat dari ES, atau kalimat yang sudah didesain pihak lain. Ini memang kami sedang pelajari dan telusuri, bisa jadi ada pihak lain di situ," tegasnya

Sebelumnya, Bupati Agam Indra Catri dan Sekretaris Daerah (Sekda) Martias Wanto disebut terlibat dalam kasus pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI, Mulyadi. Hal ini mencuat setelah pernyataan tertulis salah seorang tersangka berinisial ES yang merupakan mantan anak buah Indra Catri (Kabag Umum.red) di Pemkab Agam.

Pengakuannya ini ditulis dalam sebuah surat dan dinyatakan materai pada tanggal 30 Juni 2020. Dalam surat itu, ES menyebutkan seluruh postingan pencemaran nama baik tersebut atas perintah atasannya yaitu Bupati Agam Indra Catri yang terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Agam, Martias Wanto. (*)

loading...
 Sumber : istimewa /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]