Mahyeldi Siap Bertarung Jadi Gubernur di Pilkada Sumbar


Senin, 06 Juli 2020 - 12:48:23 WIB
Mahyeldi Siap Bertarung Jadi Gubernur di Pilkada Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Dok covesia

HARIANHALUAN.COM - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang ditabuh pada 9 Desember 2020 nanti semakin ramai diperbincangkan, tak terkecuali dalam kontestasi Pilkada Sumbar. Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat lantaran majunya Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah sebagai calon kuat di bursa bakal calon Gubernur Sumbar.

Pria yang karib disapa Buya itu masuk dalam daftar tersebut. Bahkan DPP Partai Keadilan Sejahtera telah mengeluarkan SK untuk memberikan dukungan kepada Mahyeldi yang dipinang oleh Audy Joinaldy, seorang pengusaha muda sukses asal Minang.

Mahyeldi merupakan putra Bukittinggi yang menghabiskan masa kecilnya di kota kelahirannya. Terlahir dari keluraga sederhana membentuk Mahyeldi menjadi pribadi yang mandiri. Karena ayahnya hanya bekerja sebagai buruh angkat, sehingga dia memilih bekerja keras untuk mendapatkan uang. Mulai dari menjajakan kue, menjual ikan, hingga berjualan koran.

Sejak masih duduk di bangku SMP Mahyeldi aktif mengikuti kegiatan pembinaan keislaman di lingkungan tempat tinggalnya. Hal tersebut masih berlanjut ketika bersekolah di SMA Negeri 1 Bukittinggi. Dari sana ia mulai mengenal aktivis tarbiyah Hidayat Nur Wahid dan Irwan Prayitno.

Pria kelahiran 25 Desember 1966 setelah lulus SMA melanjutkan pendidikannya di Universitas Andalas (Unand) tepatnya di Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Tak sampai disana, Mahyeldi terus menunjukkan kebolehannya dengan kerap mengikuti kegiatan dakwah kampus. Aktivitasnya di lingkaran tarbiyah mengantarnya bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera.

Pada pemilihan umum legislatif 2004, Mahyeldi diusung oleh PKS sebagai calon anggota legislatif untuk DPRD Sumatera Barat. Pada saat yang sama, ia adalah Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat sejak 2002 hingga tahun 2005. Hasil perolehan suara menempatkan PKS sebagai pemenang di Padang.

Dia duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat periode 2004–2009, tetapi mengundurkan diri setelah memutuskan maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Padang pada tahun 2008.

Dalam pemilihan umum Wali Kota Padang pertama 2008, Mahyeldi terpilih sebagai wakil wali kota mendampingi Fauzi Bahar. Pasangan ini dilantik pada 18 Februari 2009 untuk periode 2009–2014. Selama menjabat wakil wali kota, Mahyeldi menggerakkan perkoperasian berbasis syariah di Padang.

Dia memprakarsai berdirinya Koperasi Jasa Keuangan Syariah yang memberi akses permodalan dan lapangan kerja bagi warga. Lembaga koperasi ini mengantar Padang meraih penghargaan Bakti Koperasi dan UMKM dari Menteri Koperasi dan UMKM pada peringatan Hari Koperasi ke-66 yang dipusatkan di Nusa Tenggara Barat, 12 Juli 2013.

Mahyeldi kemudian mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang dalam pemilihan umum Wali Kota Padang yang digelar pada 30 Oktober 2013 dan berhasil memenangkannya. Setelah dan sebelum menjadi wali kota, Mahyeldi amat aktif menjalankan kegiatan muballig (penceramah) di masjid di Kota Padang. Setelah menjadi wali kota, ia membuat program khusus yang disebut “Jumat Keliling”.

Program ini bertujuan untuk menjadikan Mahyeldi sebagai khatib khusus pada masjid-masjid yang telah ditentukan di Kota Padang. Hal ini mendapat respon positif dari masyarakat, terutama bagi yang ingin mengenal sosok Mahyeldi lebih dekat. Hampir dua tahun memimpin Kota Padang, Mahyeldi melakukan banyak hal untuk mengembangkan kota itu. (*)

loading...
Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]