Kepercayaan Erick Thohir, Sosok yang akan Rombak 142 Petinggi BUMN Ternyata 'Urang Awak'


Senin, 06 Juli 2020 - 14:15:58 WIB
Kepercayaan Erick Thohir, Sosok yang akan Rombak 142 Petinggi BUMN Ternyata 'Urang Awak' Alex Denni

HARIANHALUAN.COM - Berkutat selama bertahun-tahun di bidang human capital (dulu lebih banyak perusahaan menggunakan istilah human resources, red), tak salah kiranya bila putra Lintau, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini dilantik sebagai Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Apalagi, Doktor Human Capital jebolan IPB tersebut telah menggawangi bagian SDM hampir dalam sepuluh tahun terakhir kariernya sekaligus menjadi salah satu sosok di balik digitalisasi sejumlah perusahaan BUMN.

Ia adalah Alex Denni yang baru saja dilantik Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai Deputi SDM Kementerian BUMN. Alex Denni dilantik setelah melalui mekanisme seleksi terbuka dengan persyaratan teknis dan kompetensi sesuai standar di Kementerian BUMN.

Sebelum menjadi salah seorang kepercayaan Erick Thohir, pria kelahiran 1968 itu pernah menjadi Chief Learning Officer and Head of Corp PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Senior Excecutive Vice President (SEVP) of Human Capital di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan terakhir sebagai Direktur Human Capital dan Transformasi di PT Jasa Marga (Persero).

Namun, tak hanya menjadi pejabat eksekutif di perusahaan BUMN, Alex Denni kerap membagi ilmunya untuk memotivasi baik di kampus-kampus maupun seminar bisnis serta channel-channel peningkatan SDM di YouTube.

Sosok Alex Denni seperti gelas yang selalu diisi air. Terus mengisi dirinya dengan belajar dan sebaliknya senantiasa membagi ilmunya kepada orang lain. Baginya, seumpama makan yang menjadi kebutuhan sehari-hari, maka begitu juga belajar adalah kebutuhan sehari-hari untuk menutrisi otak agar bisa hidup lebih baik.

“Tugas kita untuk mengusahakan hidup lebih baik. Karena kita butuh kemampuan untuk mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan menyelesaikan konflik. Dan, itu butuh wawasan pengetahuan dengan belajar. Jadi, buat saya belajar adalah kebutuhan setiap hari,” kata Alex di channel Intipesan, sebuah perusahaan yang fokus dalam pengembangan SDM.

Bukan hanya memandang dirinya sebagai seorang yang harus belajar, ia juga mendorong setiap orang lainnya untuk selalu belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Apalagi, zaman terus berubah. Dunia yang dihadapi sekarang jauh berbeda dengan dunia sebelum era digital. Jika seseorang tidak mampu bersaing, maka akan tersingkir dalam kompetensi.

Karena itu, yang harus dilakukan adalah never stop learning, tak pernah berhenti belajar. Melalui bukunya ‘Learning 5.1’ yang belum lama dirilis, hasil kolaborasinya bersama Triaji Prio Pratomo, MBA, Alex ingin mencoba menembus batas pemikiran bahwa tidak ada orang yang tak bisa belajar ini atau tidak berbakat itu, dan seterusnya.

Setiap orang diberi kesempatan untuk belajar, bila ada kemauan. Bahwa kapasitas mesin (otak) yang diciptakan Tuhan kepada manusia itu tidak perlu dilabel sedemikian rupa yang membatasi orang untuk bekerja dan belajar. Tak harus ada label-label ‘ini adalah orang Biologi’, ‘itu adalah orang Sastra’ dan sebagainya.

“Label-label itu harus disingkirkan. Karena, setiap manusia mempunyai ‘processor’ dan tak satupun ‘processor’ itu yang ‘KW’ karena diciptakan Tuhan,” katanya.

Inti dari pendapat Alex adalah setiap individu adalah learner (pembelajar) dan leaner adalah center of learning atau pusat pembelajaran. Yang pertama kali harus dipelajari orang sebelum belajar sesuatu adalah belajar bagaimana caranya belajar. Karena, cara belajar setiap manusia itu unik, sesuai kecenderungannya masing-masing.

Yang penting, jangan menunggu hari esok untuk belajar jika itu memang sedang dibutuhkan sekarang, langsung dicerna dan jangan berlebihan di saat bersamaan.

Sebagai seorang yang telah lama menggeluti human capital, Alex paham betul bahwa setiap orang, terutama karyawan, dalam sebuah perusahaan atau institusi adalah berharga bahkan menjadi ujung tombak. Karena itu, setiap orang harus dimotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya. Harus ada keinginan dan kemauan untuk belajar lebih cepat dan lebih mudah.

Alex pun paham betul era digital saat ini menguntungkan setiap orang dalam belajar. Dengan dukungan teknologi informasi, ada banyak pilihan untuk belajar sesuai kesukaan masing-masing. Era digital harus dimanfaatkan untuk peningkatan SDM, begitu juga dalam pengembangan human capital.

“Teknologi bisa membantu memudahkan kita. Itu harus bisa dimanfaatkan,” kata Alex yang menjadi salah satu sosok di balik Digital Assesment Center Bank BNI yang membuat bank pemerintah itu dikenal sebagai pelopor penggunaan platform digital di Indonesia.

Sejalan dengan penugasannya sebagai Deputi SDM, Alex diminta untuk mendorong peningkatan kualitas SDM atau talenta yang ada di BUMN dengan tetap menekankan pentingnya akhlak.

Ia bakal menjadi penggawa dalam mengelola puluhan ribu SDM di 142 BUMN yang ada. Yang penting bagi Alex, seperti yang sering dijadikan motivasinya kepada generasi muda, terus berlatih mengasah potensi-potensi yang ada. Selanjutnya ‘enter anywhere, go everywhere’, dan berusaha menjadi yang terbaik dimanapun berada.(*)

loading...
Reporter : Melda Riani /  Sumber : haluan.co (Haluan Media Grup) /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]