Kementan Tegaskan Kalung Berbahan Eucalyptus Bukan Vaksin Covid-19, Tapi..


Senin, 06 Juli 2020 - 19:30:13 WIB
Kementan Tegaskan Kalung Berbahan Eucalyptus Bukan Vaksin Covid-19, Tapi.. Kalung antivirus corona. Foto: Twitter / Balitbangtan

HARIANHALUAN.COM – Kementerian Pertanian menyatakan bahwa kalung berbahan eucalyptus yang sudah diperkenalkan Menteri Syahrul Yasin Limpo kepada para wartawan pekan lalu bukan lah vaksin. Kalung itu diklaim hanya untuk menambah proteksi diri. 

Klaim itu disampaikan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian. "KalungEucalyptus Hasil karya anak bangsa, bukan vaksin tapi untuk menambah proteksi diri dengan memanfaatkan bahan alami yang tidak berbahaya dan telah diuji invitro di laboratorium biosecurity level 3," demikian Balitbang Kementan dalam postingan di akun resminya di Twitter. 

Sedangkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry berharap wacana terkait kalung antivirus corona yang heboh dalam beberapa hari ini, semestinya disikapi dengan upaya pembuktian terkait hal tersebut.

Dia bahkan dengan terang-terangan mengajak siapapun pihak atau lembaga yang lebih kompeten dalam hal penelitian dan pengembangan, guna menuju ke arah uji klinis terkait hal itu.

"Informasi bahwa dari hasil pengujian in vitro, minyak eucalyptus memiliki potensi menetralisir virus corona seharusnya ditangkap oleh lembaga lain yang lebih kompeten untuk melakukan pengujian klinis pada manusia atau pasien Covid-19," kata Fadjry, dikutip dari Viva.co.id, Senin 6 Juli 2020.

"Dengan demikian, peluang bangsa kita bisa lebih cepat menemukan obat atau teknologi penanganan Covid-19," ujarnya.

Karena itu, Fadjry menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah upaya saling bersinergi antarpara stakeholder terkait dan semua elemen masyarakat, dalam menangani segala permasalahan akibat pandemi Covid-19.

"Butuh tekad dan semangat untuk saling bersinergi demi kemajuan bangsa ini, bukan saling mencela atau melemahkan," kata Fadjry.

Dia pun menjabarkan, apabila dilakukan penelusuran ilmiah ataupun empiris, banyak informasi yang mendukung hasil inovasi Balitbangtan ini. Menurut Bakkali et al (2008), minyak atsiri umumnya memiliki kemampuan sebagai antimikroba, antivirus, antikanker, antiksidan, anti inflamasi, peningkat daya tahan tubuh.

Minyak eucalyptus dengan kandungan bahan aktifnya, yaitu 1,8 cineol atau eucalyptol, memiliki kemampuan menghambat replikasi virus influenza (H1N1) menurut Sadatrasuletal (2017).

Selanjutnya beberapa publikasi lain (Sadlon et al., 2010; Singh et al, 2009; Lee et al, 2001; Serafino et al, 2008) menyebut, potensi eucalyptus untuk penanganan gangguan pernafasan, terutama pada pasien dengan pembengkakan saluran nafas dan paru-paru. 

Sebagai antioksidan bahkan eucalyptus sudah digunakan menjadi bahan aktif pada obat Soledum, yang digunakan untuk pengobatan penyakit pernafasan. Kemampuan antimikroba dari Eucalyptus dan Tea Tree Oil yang mengandung 1,8 cineol, berpotensi untuk desinfektan mikroba (May et al., 2000).

Pengujian kedua minyak atsiri ini sebagai bahan desinfektan aerosol, menunjukkan kemampuan antivirus yang kuat yaitu mampu membunuh lebih dari 95 persen virus dalam waktu paparan 5-15 menit (Usachev, 2013).  

"Banyaknya publikasi serta fakta empiris terkait minyak eucalyptus sudah digunakan secara turun temurun sebagai pengobatan alternatif untuk flu dan gangguan pernafasan tentunya menjadi pendukung dari inovasi yang dilakukan oleh Balitbangtan ini," ujarnya. (*)

loading...
 Sumber : Viva.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 21:54:40 WIB

    Kementan Produksi Kalung Antivirus Corona, Said Didu: Saya lagi Berpikir Keras

    Kementan Produksi Kalung Antivirus Corona, Said Didu: Saya lagi Berpikir Keras HARIANHALUAN.COM - Rencana Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, untuk memproduksi kalung antivirus corona mendapat tanggapan dari Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu. Menurut Said Didu, wacana Mentan tersebut sudah .
  • Senin, 27 April 2020 - 15:48:52 WIB

    Kementan Bagi-bagi 1 Juta Ekor Ayam ke Petani Miskin di Jawa

    Kementan Bagi-bagi 1 Juta Ekor Ayam ke Petani Miskin di Jawa JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) akan membagikan bantuan berupa satu juta ekor ayam kepada masyarakat terdampak wabah virus corona di Pulau Jawa..
  • Kamis, 16 April 2020 - 20:06:52 WIB

    Kementan Pangkas Rp3,6 T untuk Penanganan Corona

    Kementan Pangkas Rp3,6 T untuk Penanganan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan pemangkasan anggaran tahun ini sebesar Rp3,61 triliun yaitu dari semula sebesar Rp21,05 triliun menjadi Rp17,44 triliun. Hal itu dilakukan untuk percepa.
  • Selasa, 28 Januari 2020 - 07:28:50 WIB

    Duet Kemendag dan Kementan Tingkatkan Ekspor Nonmigas

    Duet Kemendag dan Kementan Tingkatkan Ekspor Nonmigas JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) akan memperkuat sinergi untuk mencapai surplus neraca perdagangan dengan per.
  • Selasa, 08 Januari 2019 - 12:52:18 WIB

    Faldo Maldini: Kementan Harus Ubah Kebijakan Pangan

    Faldo Maldini: Kementan Harus Ubah Kebijakan Pangan PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini, mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah. Ia menilai, Kementerian Pertanian harus memperbaiki struktur mode produksi kebutuhan pokok..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]