Tuntut 3 Kebijakan Baru, Ratusan Driver Ojol Unjuk Rasa di Kantor Walikota Padang


Senin, 06 Juli 2020 - 20:29:17 WIB
Tuntut 3 Kebijakan Baru, Ratusan Driver Ojol Unjuk Rasa di Kantor Walikota Padang Driver ojol demo di kantor Balaikota

HARIANHALUAN.COM - Ratusan driver ojek online (ojol) Gojek mitra Padang melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota Padang, Senin (6/7/2020). Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan lantaran tidak terima dengan tiga kebijakan baru yang dikeluarkan oleh PT Gojek Indonesia.

Kebijakan pertama, mengenai kenaikan tarif yang diberlakukan oleh perusahaan Gojek dan pemotongan yang diterima driver melebihi 20 persen, sehingga berdampak pada penurunan pendapatan driver tersebut.

"Tarif go ride sebelumnya sembilan ribu rupiah, kemudian dinaikan menjadi 10 ribu rupiah dan pemotongan bukan sebesar 20 persen, karena yang kami dapatkan sebagai driver hanya 7.200 rupiah," kata Koordinator Aksi, Hendri Rizaldi.

Lanjut Hendri, alasan PT Gojek menaikkan tarif menjadi 10 ribu dengan alasan biaya aplikasi, namun nyatanya setelah biaya tersebut dinaikkan malah pendapatan para driver juga ikut berkurang.

"Kalau memang ada biaya aplikasi, untuk apa dilakukan pemotongan 20 persen lagi," tambah Hendri.

Selain tarif, para driver ojol ini juga meminta PT Gojek untuk menghapuskan program berkat, karena dinilai mengurangi pendapatan driver dengan skema intensif yang dihilangkan.

Tuntutan terakhir yakni menolak program Vermuk (verifikasi wajah) yang dinilai akan memberhentikan para driver untuk bekerja. Hendrizal secara gamblang mengatakan bahwa terdapat sekitar 500 driver ojol yang menjalanlan akun yang bukan milik pribadinya.

"Jika vermuk diperlakukan, ada sekitar 500 driver yang akan menjadi pengangguran, karena saat ini mereka tidak bisa login," tegasnya.

Ditambahkan Hendrizal, alasan PT Gojek melakukan vermuk untuk mengamankan akun dari kasus penipuan, sementara dalam satu hari ada penipuan sekitar lima orang drivernya, dengan Vermuk yang diberlakukan secara otomotis bakal terdapat 500 driver yang menjadi pengangguran, bahkan lebih.

"Jika vermuk diberlakukan maka otomatis mereka akan menjadi pengangguran" katanya. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]