Disebut Tidak Dengarkan Aspirasi Driver, Ini Kata Gojek


Selasa, 07 Juli 2020 - 16:42:11 WIB
Disebut Tidak Dengarkan Aspirasi Driver, Ini Kata Gojek ilustrasi Gojek

HARIANHALUAN.COM - Pihak manajemen PT. Gojek membantah bahwa perusahaan yang menawarkan jasa layanan transportasi ojek online (ojol) tersebut tidak mendengarkan aspirasi driver (pengemudi) yang melakukan demo, Senin (6/7/2020) kemarin. Dian L. Toruan (Dian Lu), Head of regional corporate affairs Aceh, North Sumatra, West Sumatra and Riau mengatakan, Gojek sangat terbuka untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak baik komunitas maupun driver.

"Kami menyayangkan terjadinya demo kemarin, karena Gojek terbuka untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai komunitas yang konstruktif dan membangun demi kebaikan bersama. Bahkan kami telah bertemu dengan perwakilan pendemo minggu lalu," jelasnya kepada harianhaluan.com, Selasa (7/6/2020).

Terkait permintaan untuk menghapus program Berkat yang menjadi tuntutan driver, Dian menyebutkan program tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap penurunan orderan selama pandemi covid-19. Program ini (Berkat) diterapkan mengingat pandemi covid-19 telah berdampak pada semua lini kehidupan. 

"Bagi Gojek, mobilitas masyarakat yang menurun drastis berdampak pada sepinya order yang dijalankan oleh jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Hal ini secara otomatis membuat mitra driver kesulitan mengumpulkan pendapatan harian," jelasnya.

Kendati demikian Dian menyebut, selama pandemi covid-19, Gojek tetap berusaha untuk membantu meringankan kesulitan yang dihadapi mitra driver dan ekosistem Gojek secara keseluruhan. Sejak awal pandemi COVID-19, telah diluncurkan program-program kesejahteraan mitra driver dengan 3 pilar utama, yaitu penyediaan layanan kesehatan, ringankan beban biaya harian, bantuan pendapatan. 

"Beberapa program tersebut telah menjangkau mitra secara signifikan, seperti pembagian voucher sembako yang menjangkau 450 ribu mitra driver, pembagian voucher makanan gratis bagi mitra driver dan keluarga, mendatangkan 5 juta masker, dan membagikan APD secara meluas di wilayah operasional Gojek, hingga mengupayakan restrukturisasi cicilan kendaraan bermotor bagi mitra driver lewat kerja sama dengan sejumlah perusahaan pembiayaan," ungkap Dian.

Program Berkat ini, juga merupakan salah satu program kesejahteraan Gojek selama pandemi Covid-19 yang merupakan alternatif terbaik dalam menjaga pendapatan harian Mitra. Pengaplikasian sistem ini terbukti telah membantu banyak mitra Gojek dari menurunnya jumlah orderan. Insentif yang diberikan bersifat apresiasi dari Gojek kepada mitra atas kinerja mereka. 

"Adanya insentif adalah bonus tambahan yang diberikan Gojek demi menjaga kualitas layanan. Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra Gojek," sambungnya.

Diakui Dian, seluruh inisiatif tersebut, dilakukan meskipun Gojek sendiri juga ikut merasakan dampak yang signifikan akibat pandemi covid-19, sebagaimana yang dirasakan oleh para pelaku industri lainnya. 

Sebelumnya, sekitar 150-200 orang yang tergabung dalam driver ojek online (ojol) Gojek mitra Padang melakukan aksi demo dan unjuk rasa di Kantor Walikota Padang, Senin (6/7). Driver Ojol tersebut telah menduduki kantor operasional Gojek sejak pukul 10.00 WIB, kemudian gabungan ojol melanjutkan unjuk rasa di kantor Wali Kota.

Selaku penyambung suara para driver, Hendrizal meminta pemerintah kota Padang untuk melakukan audiensi dengan pihak Gojek dengan tuntutan kantor operasional tersebut segera ditutup. "Kami kecewa dengan PT Gojek, mengenai keluhan para driver terhadap kebijakan baru yang diberlakukan sudah dilayangkan surat resmi, namun tidak direspon," kata Koordinator Aksi, Hendri Rizaldi.

Seperti diketahui, mengenai kebijakan baru yang diberlakukan PT Gojek Indonesia yakni kenaikan tarif go ride dari sembilan ribu menjadi 10 ribu rupiah, kemudian program baru berkat yang dinilai merugikan driver, serta adanya aturan mengenai vermuk. "Jika tidak dilakukan oleh pemko dalam seminggu ini, maka kami akan bersatu bersama Driver Ojol se-Sumbar untuk menindaklanjuti ini," tegasnya. (*)

loading...
Reporter : Yessy Swita /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]