Rugikan Negara hingga Triliunan Rupiah, Lima Buronan Indonesia Ini Misterius


Selasa, 07 Juli 2020 - 18:06:05 WIB
Rugikan Negara hingga Triliunan Rupiah, Lima Buronan Indonesia Ini Misterius ilustrasi buronan koruptor

HARIANHALUAN.COM – Ada beberapa kuruptor kelas kakap yang telah menggondol uang negara miliaran hingga triliunan rupiah. Namun, hingga saat ini keberadan mereka masih misterius. Dikutip dari Bombastis, ada enam buronan Indonesia tak terlacak oleh aparat hukum Indonesia meski telah dicari sekian lama, bahkan ada yang sudah hilang sejak zaman Orde Baru.

Koruptor kelas kakap yang pernah berulah di Indonesia terkenal licin dan sulit ditangkap. Meski kasusnya berhasil diungkap, namun pelakunya justru tak tertangkap. Mereka telah memiliki perencanaan matang dalam setiap gerak-geriknya. Salah satunya melarikan diri ke luar negeri.

Berikut daftar buronan misterius Indonesia:

  1. Honggo Wendratno, masuk daftar buronan negara setelah mantan Dirut PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) itu didakwa melakukan korupsi sebesar Rp37 triliun dalam kasus kondensat Pertamina. Sempat disebut bersembunyi di Singapura oleh Mabes Polri, namun dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Singapura.
  2. Koruptor legendaris Eddy Tansil alias Tjoe Hong atau Tan Tju Fuan diberitakan sempat kabur dari LP Cipinang pada 4 Mei 1996 di mana Soeharto masih menjadi Presiden pada saat itu. Dirinya dihukum 20 tahun penjara lantaran menilep uang negara sebesar Rp1,3 triliun di masa itu.
  3. Tersangka kasus suap KPU Harun Masiku. Kasus dugaan suap terhadap Komisioner Komisi Pemilihan (KPU) yang menjerat Wahyu Setiawan, memunculkan namanya. Sayang, keberadaannya hingga kini berstatus buronan karena dikabarkan kabur ke Singapura pada 6 Januari 2020.
  4. Djoko Tjandra, buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cassie) Bank Bali, dirinya dianggap merugikan negara sebesar Rp904 miliar. Djoko sendiri sempat kabur ke Papua Nugini dan kemudian pindah ke Singapura. Teranyar, sempat beredar pembuatan KTP atas namanya di Indonesia.
  5. Sjamsul Nursalim, tersangka kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia merugikan negara sebesar Rp4,58 triliun dan saat ini masih diburu KPK.

Selain para koruptor ini merugikan negara, korupsi yang mereka lakukan juga berimbas pada kinerja keuangan maupun dunia bisnis yang membuat perekonomian berantakan. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 12 Maret 2020 - 14:55:42 WIB

    Agar Tak Rugikan Kepentingan Daerah, Alirman Sori: RUU Omnibus Law Harus Dikawal Ketat

    Agar Tak  Rugikan Kepentingan Daerah, Alirman Sori: RUU  Omnibus Law  Harus Dikawal Ketat JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Ketua Panitia Perancang Undang - Undang (PPUU) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. Alirman Sori menegaskan, Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja/ Omnibus Law harus dikawal dengan serius. .
  • Selasa, 11 Februari 2020 - 11:15:18 WIB

    Kawal Kasus Jiwasraya, Mulyadi: Jangan Rugikan Nasabah

    Kawal Kasus Jiwasraya, Mulyadi: Jangan Rugikan Nasabah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Ir. H. Mulyadi menegaskan, kasus Jiwasraya harus diselesaikan dengan tuntas. Untuk itu, Mulyadi yang termasuk dalam Panja Jiwasraya Komisi III DPR men.
  • Kamis, 19 Desember 2019 - 14:12:36 WIB

    Situs PN Jakpus Dihack Muncul 'Pembawa Bendera', Lutfi Merasa Dirugikan

    Situs PN Jakpus Dihack Muncul 'Pembawa Bendera', Lutfi Merasa Dirugikan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dede Lutfi Alfiandi alias Dede merasa dirugikan terkait peretasan situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Padahal Lutfi tidak mempunyai alat elektronik ap.
  • Kamis, 23 Mei 2019 - 09:37:01 WIB

    Pemblokiran Fitur Sosmed Merugikan UMKM

    Pemblokiran Fitur Sosmed Merugikan UMKM JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Politisi senior, Refrizal mengkritik langkah pemerintah dalam pembatasan sosial media sejak Rabu (22/5)..
  • Senin, 05 Desember 2016 - 01:46:08 WIB
    POLISI TETAPKAN SEKJEN KOI TERSANGKA

    Sosialisasi Asian Games Rugikan Negara 5 M

    JAKARTA, HALUAN — Polda Metro Jaya menetapkan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Dody Iswandi sebagai tersangka berkaitan dengan dana sosialisasi Asian Games 2018. Polisi menyebut kerugian keuangan negara sebesar Rp 5 .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]