Begini Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi pada Pilkada 2020


Selasa, 07 Juli 2020 - 22:20:58 WIB
Begini Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi pada Pilkada 2020 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM – Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 diundangkan Selasa (7/7).

PKPU ini mengatur pelaksanaan Pilkada 2020 yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. Dalam salinan PKPU yang diterima Republika.co.id, Pasal 5 mengatakan, pemilihan serentak lanjutan dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan penyelenggara pemilihan, peserta, pemilih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemilihan.  

Aspek kesehatan dan keselamatan dilakukan terhadap seluruh tahapan pilkada. Penerapan protokol kesehatan dikelompokkan berdasarkan pada titik kritis penyebaran Covid-19 seperti kegiatan bertatap muka secara langsung antara penyelenggara dan pemilih, pendukung pasangan calon dan pihak terkait lainnya, kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang dalam jumlah tertentu yang diselenggarakan jajaran KPU, kegiatan yang bersifat penyampaian berkas dan/atau perlengkapan secara fisik, serta kegiatan yang dilaksanakan di dalam ruangan

Penerapan protokol kesehatan antara lain dilakukan dengan menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. Pelaksanaan rapid test atau uji cepat dengan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) terhadap seluruh jajaran KPU hingga penyelenggara pemilihan badan ad hoc.

Penyelenggara yang menjalankan tugas setidaknya menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker. Sementara bagi penyelenggara ad hoc yang melakukan tugas berkaitan dengan pihak lain, selain masker juga harus mengenakan sarung tangan sekali pakai dan pelindung wajah atau face shield.  

Selain itu, penyediaan sarana sanitasi yang memadai berupa fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, disinfektan, dan/atau cairan antiseptik berbasis alkohol (hand sanitizer). 

Pengecekan kondisi suhu tubuh seluruh pihak yang terlibat sebelum memulai pelaksanaan kegiatan dalam tahapan pilkada menggunakan alat yang tidak bersentuhan secara fisik.  

Ketentuan suhu tubuh paling tinggi adalah 37,3 derajat celsius. Setiap pihak melakukan pengaturan menjaga jarak paling kurang satu meter. Kegiatan pilkada dilarang menyebabkan orang berkerumun.  

Apabila ada kegiatan yang mengharuskan kehadiran fisik, harus dilaiukan pembatasan jumlah peserta dan/atau personel yang ditugaskan. Pembersihan dan disinfeksi secara berkala terhadap ruangan dan peralatan yang sering disentuh serta tidak menggunakan barang atau peralatan secara bersama.

Tak hanya itu, penapisan (screening) kesehatan orang yang akan masuk ke dalam ruangan kegiatan, sosialisasi, edukasi, promosi, kesehatan, dan penggunaan media informasi untuk memberikan pemahaman tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19. Kemudian, pelibatan personel dari perangkat daerah di bidang kesehatan atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

Dalam pemilihan serentak lanjutan di tengah pandemi dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk menggantikan pertemuan tatap muka secara langsung. Hal ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam setiap tahapan pilkada.

KPU kemudian mengatur secara detail masing-masing pelaksanaan kegiatan dalam setiap tahapan pilkada. PKPU Nomor 6 Tahun 2020 yang berisi 87 halaman dengan 13 BAB dan 99 Pasal mulai berlaku hari ini saat diundangkan.

Komisioner KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, mengatakan  pihaknya segera akan melakukan sosialisasi PKPU Nomor 6 Tahun 2020 kepada seluruh penyelenggara pilkada hingga tingkat daerah dan semua pihak yang terlibat. "Segera setelah diundangkan akan disosialisasikan," ujar Raka kepada Republika.co.id, Selasa (7/7). 

Diketahui, tahapan pilkada serentak tahun 2020 ditunda sejak Maret lalu karena pandemi Covid-19. Setelah penundaan, tahapan pemilihan kembali dilanjutkan mulai 15 Juni 2020.

Sehingga, pemungutan suara di 270 daerah yang terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota akan digelar pada 9 Desember 2020. Waktu tersebut bergeser dari jadwal semula 23 September 2020.(*)

loading...
 Sumber : republika /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 Agustus 2020 - 08:18:44 WIB

    Prabowo dan PA 212 Akhirnya 'Putus', Begini Riwayat Hubungan Keduanya

    Prabowo dan PA 212 Akhirnya 'Putus', Begini Riwayat Hubungan Keduanya HARIANHALUAN.COM - Dukungan Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk Ketum Gerindra Prabowo Subianto kini telah selesai. Padahal, hubungan Prabowo dan PA 212 pernah begitu mesra saat menjelang Pilpres 2019. Begini riwayat hubungan .
  • Sabtu, 08 Agustus 2020 - 21:55:11 WIB

    Dijagokan Gerindra Maju di Pilpres 2024, Begini Respons Prabowo

    Dijagokan Gerindra Maju di Pilpres 2024, Begini Respons Prabowo HARIANHALUAN.COM - Partai Gerindra telah meminta langsung kepada ketua umumnya Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Permintaan itu diungkapkan langsung dalam Kongres Luar Biasa (KLB) .
  • Jumat, 17 Juli 2020 - 13:18:08 WIB

    Begini Doa Jokowi untuk Gibran yang akan Jemput 'Tiket' Pilkada Solo

    Begini Doa Jokowi untuk Gibran yang akan Jemput 'Tiket' Pilkada Solo HARIANHALUAN.COM- Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa berangkat menuju kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Semarang untuk mengikuti pengumuman rekomendasi Pilkada Solo secara virtual. Jelang pengumuman ini, ternyata Gibran semp.
  • Rabu, 11 Maret 2020 - 23:03:50 WIB

    Roy Suryo Mundur dari Demokrat, Begini Alasannya

    Roy Suryo Mundur  dari Demokrat, Begini Alasannya JAKARTA,HARIANHALUAN.COK-Wakil Ketua Umum (nonaktif) Partai Demokrat, Roy Suryo, resmi mundur dari Partai Demokrat. Alasan mantan Menpora itu  murni ingin  independen dan kembali ke kampus..
  • Ahad, 08 Maret 2020 - 06:21:20 WIB

    Soal Dukungan Jadi Ketum Gerindra, Begini Tanggapan Sandiaga

    Soal Dukungan Jadi Ketum Gerindra, Begini Tanggapan Sandiaga JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengklaim beberapa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) mendukungnya untuk maju sebagai calon ketua umum lewat kongres tahun ini..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]